Salah atau siswa MIS Attarbiyah Leuwiliang Cigugur Pangandaran saat diberikan penanganan medis usai menyantap hidangan dari program MBG. Foto/Deni Rudini.PasundanNews.com

BERITA PANGANDARAN, PASUNDANNEWS.COM – Sebanyak 8 siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Attarbiyah Leuwiliang, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, diduga keracunan usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (1/10/2025).

Gejala keracunan mulai dirasakan para siswa sekitar pukul 08.30 WIB setelah mereka memakan menu MBG yang terdiri dari capcay, ayam kecap, tahu, jeruk, dan nasi.

Dari delapan siswa yang terdampak, empat masih menjalani perawatan intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Cigugur, sementara empat lainnya sudah diperbolehkan pulang namun tetap dalam pengawasan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi, menyampaikan pihaknya belum bisa memastikan penyebab keracunan tersebut.

“Untuk dugaan sementara, sekarang ini belum bisa ditentukan,” kata Yadi kepada wartawan di halaman Puskesmas Cigugur, Rabu siang.

Baca Juga :Dandim 0613 Soroti Dugaan Dapur Fiktif MBG, Minta BGN Lakukan Evaluasi di Ciamis

Ia menjelaskan, petugas sudah mengambil sampel makanan serta muntahan siswa untuk diperiksa di laboratorium kesehatan daerah.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari sisa makanan dan sisa muntah yang sudah dikirim ke laboratorium,” ujarnya.

Menurut Yadi, hasil laboratorium untuk mengidentifikasi bakteri tertentu bisa diketahui dalam waktu 1×24 jam, sementara jenis bakteri lain memerlukan waktu hingga 3×24 jam.

Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi bersama Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) se-Kabupaten Pangandaran.

“Tujuannya agar bisa menyampaikan penanganan yang lebih detail apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Hingga kini, Dinas Kesehatan bersama kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium dan menyiapkan langkah antisipasi jika kasus serupa kembali terjadi.

(Deni Rudini/PasundanNews.com)