Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Eka Oktaviana saat membuka kegiatan Pelatihan Bahasa Isyarat bagi SDM PKH di Aula Dinas Sosial Kabupaten Ciamis. Foto/Hendri.PasubdanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Sosial memberi apresiasi pada Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PPKH) Ciamis.

PPKH Ciamis terus berupaya meningkatkan pelayanan dan pendampingan bagi Keluarga Penerima manfaat (KPM).

Apresiasi yang Kepala Dinas Sosial Ciamis, Eka Oktaviana sampaikan itu bukan tanpa alasan.

Kali ini, PPKH Ciamis menggelar pelatihan Bahasa Isyarat untuk seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) PKH Kabupaten Ciamis.

“Atas nama Pemkab Ciamis saya mengapresiasi sekaligus ucapan terima kasih pada seluruh SDM PKH Ciamis yang telah menggelar pelatihan ini,” ucap Eka, Senin (15/5/2023).

Eka menyebutkan, pelatihan bahasa isyarat ini menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan pemberdayaan bagi penyandang Disabilitas.

“Khususnya yang tuna rungu dan tuna wicara. Ketika kita bisa berkomunikasi dengan mereka maka nanti akan mudah dalam pendampingan untuk pemberdayaan,” kata Eka.

Eka juga mengatakan, adanya pelatihan ini untuk menembus keterbatasan komunikasi antara SDM PKH dengan KPM yang memiliki kekurangan.

Maka menurutnya, ilmu yang dapatkan dari pelatihan tersebut nantinya menjadi bekal bagi seluruh SDM PKH saat bertugas di lapangan.

“Dalam urusan sosial, khsusnya bagi mereka (tuna rungu dan tuna wicara) yang ingin menyampaikan keinginan, aspirasi atau inovasi, sehingga pesan nya bisa kita terima,” jelasnya.

Baca Juga : Gerobak SIPUMA, Upaya PPKH Ciamis Dorong KPM PKH Lebih Berdaya dan Mandiri

Koordinator PKH Ciamis, Indra Maulana menyebutkan, pelatihan ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 15 hingga 17 Mei 2023.

“Kita bagi menjadi tiga gelombang untuk tiga hari. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh SDM PKH se Kabupaten Ciamis,” kata Indra.

Indra menuturkan, pada pelatihan ini, SDM PKH belajar bahasa isyarat dasar yang berisi materi mengenai abjad, angka, tahun, kata, serta dialog yang sehari-hari ucapkan.

“Meski tak sampai mahir, tetapi paling tidak mengenal dasarnya untuk mengetahui ketika ada kontak komunikasi bersama disabilitas,” tuturnya.

Indra pun berharap setelah pelatihan ini selesai, nantinya semua SDM PKH dapat terus belajar dan mengembangkan ilmu telah dapatkan.

“Tidak cukup hanya dengan mengikuti pelatihan ini saja, semua SDM PKH harus terus belajar mengembangkannya secara mandiri” pungkasnya. (Hendri/PasundanNews.com)