Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Banjar, H. Saifuddin. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Kasus dugaan keracunan yang melibatkan siswa-siswi SMPN 3 Banjar setelah menyantap menu makanan program MBG, kini berangsur membaik.

Hingga Jumat pagi ini, sebanyak 77 siswa telah diperbolehkan pulang, sementara 4 siswa lainnya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Banjar.

Kasus ini mencuat setelah puluhan siswa mulai mengeluhkan gejala seperti mual, dan muntah secara bersamaan pada Rabu (1/10/2025) siang.

Mereka kemudian dievakuasi ke berbagai rumah sakit dan pusat kesehatan di Kota Banjar, termasuk RSUD, RS Mitra Idaman, RS Banjar Patroman, serta beberapa puskesmas dan klinik setempat.

Berdasarkan data terbaru yang diterima dari Dinas Kesehatan Kota Banjar per pukul 09.36 WIB, Jumat (3/10/2025), total 81 siswa tercatat sebagai korban.

Dari jumlah tersebut, RSUD menerima pasien terbanyak yakni 32 orang, semuanya telah dipulangkan.

Baca Juga :Dua Bulan Lebih Lampu PJU di Banjar Atas Padam, Warga Minta Pemkot Segera Perbaiki

RS Mitra Idaman menangani 16 pasien, dengan 1 orang masih dirawat. Sementara di RS Banjar Patroman, dari 28 pasien, 3 masih dalam perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Banjar, H. Saifuddin, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi para siswa dan telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan.

“Kami sedang menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang dikonsumsi siswa,” ujarnya.

Selain rumah sakit, beberapa siswa juga sempat mendapat perawatan rawat jalan di puskesmas, yaitu PKM Pataruman 1, PKM Banjar 3, dan PKM Pataruman 3, dengan total 4 pasien. Sebagian besar dari mereka kini telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing.

“Kami mengimbau kepada seluruh pihak sekolah untuk lebih selektif dalam memilih penyedia konsumsi, khususnya dalam kegiatan yang melibatkan banyak siswa. Keamanan makanan harus menjadi prioritas utama,” imbuh Saifuddin.

Pihak Dinkes bekerja sama dengan Dinas Pendidikan serta instansi terkait untuk menelusuri penyebab pasti insiden ini dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Hasil investigasi lengkap diperkirakan akan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Masyarakat dan orang tua siswa diminta untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami akan terus memberikan informasi resmi secara berkala agar masyarakat tidak resah,” pungkasnya.

(Hermanto/PasundanNews.com.com)