BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, pada Kamis (6/11/2025) menyebabkan saluran irigasi di Dusun Kersikan jebol.
Akibatnya, air meluap dan merendam belasan hektare area persawahan milik warga.
Menurut informasi yang dihimpun, derasnya intensitas hujan membuat debit air meningkat tajam hingga saluran irigasi tak mampu menahan tekanan.
Air yang meluap kemudian mengalir ke area pertanian dan menenggelamkan lahan padi yang sebagian besar baru saja ditanami.
Kepala Desa Handapherang, Tantan Sontani, membenarkan kejadian tersebut saat dihubungi melalui sambungan telepon.
“Ada sekitar 12 hingga 13 hektare sawah yang terendam akibat jebolnya saluran irigasi di Dusun Kersikan,” jelasnya.
Baca Juga :PASI Ciamis Siap Gelar Invitasi Atletik Nasional ‘Galuh Ciamis Championship 2025’
Petani Alami Kerugian, Pemerintah Desa Lakukan Pendataan
Dampak dari peristiwa ini cukup signifikan bagi para petani. Sebagian besar lahan yang terdampak baru saja ditanami bibit padi, sehingga potensi kerugian diperkirakan cukup besar.
Selain itu, beberapa titik irigasi dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat derasnya arus air.
Tantan menambahkan, pemerintah desa bersama aparat terkait saat ini tengah melakukan pendataan lanjutan untuk menghitung total kerugian yang dialami para petani.
Upaya penanganan darurat terhadap saluran irigasi yang jebol juga sedang dikoordinasikan dengan pihak kecamatan dan dinas terkait.
“Kami sudah berkoordinasi untuk melakukan langkah cepat agar air tidak semakin meluas dan kerusakan bisa segera tertangani,” ujar Tantan.
Pemerintah Desa Handapherang berencana melakukan perbaikan sementara pada bagian irigasi yang rusak agar aliran air kembali normal dan tidak mengancam area pertanian lainnya.
Warga bersama petugas juga bergotong royong memperkuat tanggul di beberapa titik rawan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera menurunkan bantuan perbaikan infrastruktur irigasi agar kejadian serupa tidak terulang, terutama menjelang masa tanam utama.
(Pepi Irawan/PasundanNews.com)




















































