BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Angin puting beliung menerjang Dusun Rancabulus, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa yang berlangsung tiba-tiba ini menyebabkan sedikitnya tiga rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap.
Dari hasil pendataan sementara, satu rumah milik Nur Muhamad (57) mengalami kerusakan serius. Sedangkan dua rumah lainnya, milik Budianto (60) dan Ari Kuswanto (40), tercatat rusak ringan.
Material atap yang beterbangan akibat kencangnya angin bahkan sempat terlempar hingga area persawahan di sekitar permukiman.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Rd Ruhimat, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa tim gabungan langsung diterjunkan sesaat setelah menerima laporan.
“Begitu laporan masuk, kami bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk memastikan keselamatan warga dan melakukan asesmen cepat,” ujarnya.
Baca Juga :Truk Tronton Rem Blong Tabrak Grand Livina di Kalipucang, Dua Sopir Luka Parah
Kerusakan paling parah terjadi pada rumah Nur Muhamad karena sebagian atap terangkat angin, hal ini membuat petugas memprioritaskan penanganan awal agar pemiliknya tetap memiliki tempat berlindung sementara.
Sementara itu, Camat Langensari, Tubagus Cepi Jajat Sudrajat, yang turut meninjau lokasi, mengatakan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat dan membuat warga sekitar panik.
“Warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang karena angin datang tiba-tiba. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kecamatan bekerja bersama desa dan berbagai unsur relawan dalam proses evakuasi.
“Kami berkoordinasi dengan BPBD, Kepala Desa, relawan Tagana, Jabar Bergerak, Baznas, Satpol PP, serta kepala Dusun Rancabulus. TNI dan Polri juga membantu evakuasi di lokasi,” ungkapnya.
Hingga malam hari, petugas masih melakukan pembersihan material bangunan dan pendataan lanjutan. Warga yang terdampak untuk sementara ditampung di rumah kerabat sambil menunggu proses perbaikan.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. Langkah mitigasi dan kesiapsiagaan akan terus ditingkatkan guna meminimalkan risiko bencana serupa di kemudian hari.
(Hermanto/PasundanNews.com)



















































