BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Inovasi pertanian terpadu bertajuk Berjasa Berdaya (Bertani Jagung, Singkong, Sayuran, dan Berkreasi dengan Buah Pepaya) yang digagas oleh Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, terus menunjukkan dampak positif bagi perekonomian lokal. Program ini dijalankan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Nurul Hikmah di wilayah Banjar Kolot, Jalan Makam Dipatiukur RT 03 RW 11.
Kegiatan pertanian yang semula dilakukan di lahan seluas 5.000 meter persegi, kini berkembang pesat hingga mencakup 9.000 meter persegi. Lahan tersebut dioptimalkan dengan sistem tanam terpadu berkelanjutan, serta pendekatan tumpang sari yang efektif meningkatkan produktivitas.
Menurut Lurah Banjar, Rd Sukmana, inovasi ini tidak hanya memanfaatkan lahan secara maksimal, tetapi juga meningkatkan kemandirian dan inovasi petani setempat.
Baca Juga : Tiga Desa dan Dua Kelurahan Wakili Kecamatan di Kota Banjar dalam Lomba Gapura Sri Baduga Jabar
“Kami ingin petani tidak hanya menanam, tapi juga mampu mengolah hasil panen menjadi produk yang punya nilai jual tinggi,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa (23/9/2025).
Inovasi ini mendorong petani untuk mengembangkan produk turunan dari hasil panen seperti olahan singkong, keripik pepaya, serta sayuran siap saji. Selain itu, program ini juga mengenalkan teknologi sederhana dan strategi pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Camat Banjar, Egi Ginanjar, mengapresiasi langkah inovatif ini yang dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Inovasi Berjasa Berdaya ini bukan hanya soal bertani, tapi tentang membangun ekosistem ekonomi lokal yang mandiri dan berdaya saing,” ungkapnya.
Selain dampak ekonomi, program ini juga berdampak sosial dengan memperkuat peran perempuan melalui KWT Nurul Hikmah. Kegiatan pendampingan dan edukasi secara berkala menjadi bagian penting dari program agar para petani lebih kreatif dan tangguh menghadapi tantangan.
Berjasa Berdaya kini menjadi contoh program yang mampu menggabungkan pertanian, pengolahan hasil, dan pemasaran berbasis teknologi dalam satu ekosistem. Pemerintah setempat berharap inovasi ini dapat direplikasi di kelurahan lain di Kota Banjar maupun daerah sekitar.
Dengan semangat kolaborasi, Kelurahan Banjar bertekad terus memperluas dampak positif dari program ini.
“Kami percaya, petani yang cerdas dan inovatif adalah kunci bagi masa depan pertanian yang berkelanjutan,” pungkas Egi.
(Hermanto/PasundanNews.com)



















































