BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Pemerintah Kota Banjar memperkuat langkah perlindungan anak dengan melibatkan lingkungan pesantren serta forum anak di berbagai tingkatan.
Upaya tersebut menjadi fokus dalam kegiatan pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan pesantren sekaligus advokasi Forum Anak tingkat desa, kelurahan dan kecamatan yang berlangsung di Aula Gunung Sangkur, Setda Kota Banjar, Rabu (12/8/2026).
Sebanyak 50 peserta dari unsur pesantren dan Kementerian Agama Kota Banjar mengikuti kegiatan tersebut.
Wakil Wali Kota Banjar, H. Supriana, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun sistem perlindungan anak yang dilakukan secara terpadu.
Menurut Supriana, upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi anak harus menjadi tanggung jawab bersama.
Pencegahan tidak cukup dilakukan setelah terjadi kasus, tetapi perlu dibangun melalui edukasi, pengawasan dan kepedulian terhadap kondisi anak di lingkungan pendidikan maupun tempat tinggalnya.
Penguatan perlindungan anak juga mendapat perhatian dari Kementerian Agama Kota Banjar.
Kepala Kemenag Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, menyampaikan materi mengenai peran lembaga pendidikan keagamaan dalam menghadirkan suasana belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembang santri.
Pesantren, kata dia, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan memberikan pendidikan keagamaan.
Baca Juga :Wisata Petik Melon Galbarman Farm Dibuka Kembali, Bisa Petik Sendiri Sambil Swafoto
Karena itu, aspek perlindungan serta pemenuhan hak anak perlu berjalan beriringan dengan proses pendidikan yang berlangsung di lingkungan pesantren.
Perspektif hukum turut diberikan dalam kegiatan tersebut melalui narasumber dari Pengadilan Negeri Kota Banjar.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai langkah yang dapat ditempuh ketika terjadi kekerasan terhadap anak, termasuk pentingnya pelaporan dan penanganan perkara berdasarkan aturan yang berlaku.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Banjar, Hani Supartini, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun sistem perlindungan anak yang efektif.
“Pencegahan kekerasan terhadap anak tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pesantren, Kementerian Agama, keluarga, masyarakat, aparat penegak hukum dan anak itu sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan Forum Anak juga perlu terus dikembangkan karena menjadi ruang bagi anak untuk menyampaikan aspirasi sekaligus terlibat dalam berbagai proses pembangunan di lingkungannya.
“Forum anak juga harus terus diperkuat agar anak memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan,” kata Hani.
Selain peserta dari lingkungan pesantren dan Kemenag, kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bidang SDM H.
Agus, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Banjar Budi Hendrawan, serta Kabag Kesra H. Agus Mulyana.
Pemkot Banjar berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum sosialisasi, tetapi dapat mendorong para peserta menjadi penggerak pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan masing-masing.
Penguatan Forum Anak juga diharapkan mampu memperluas partisipasi anak sekaligus mendukung terwujudnya Kota Banjar yang aman, nyaman dan ramah bagi anak. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































