BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Pameran lukisan bertajuk “Saujana Kala” yang digelar di Gedung Kesenian Ciamis mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora), pemerintah menilai kegiatan tersebut menjadi bukti berkembangnya dunia seni rupa sekaligus upaya nyata menjaga warisan budaya daerah.
Kepala Disbudpora Ciamis, Dian Budiyana, mengatakan pameran tersebut menunjukkan bahwa semangat pelestarian budaya di Tatar Galuh masih terus tumbuh melalui kreativitas para seniman lokal.
Beragam karya yang dipamerkan dinilai mampu menggambarkan nilai sejarah, tradisi, dan identitas budaya Ciamis yang diwariskan para leluhur.
“Pameran ini memperlihatkan bahwa seni rupa di Ciamis terus hidup dan berkembang. Para seniman mampu menghadirkan karya yang mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal,” ujar Dian usai membuka acara, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki komitmen untuk terus menyediakan ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya.
Ruang tersebut tidak hanya menjadi tempat berkarya bagi seniman, tetapi juga media edukasi bagi masyarakat dan generasi muda.
Antusiasme pelajar yang hadir dalam pameran disebut menjadi sinyal positif tumbuhnya minat generasi muda terhadap dunia seni dan budaya.
Dian menegaskan bahwa sebuah karya berkualitas lahir dari proses panjang yang membutuhkan kesabaran, kreativitas, dan konsistensi.
Karena itu, ia berharap para pelajar dapat memahami pentingnya proses dalam membangun profesionalisme di bidang seni.
Dalam kesempatan tersebut, Dian juga menyoroti munculnya banyak seniman perempuan yang kini aktif berkarya melalui komunitas Galuh Gilang atau Gigiw.
Baca Juga :Bupati Herdiat Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Digital dan Persatuan Bangsa
Ia menilai perkembangan itu menjadi gambaran semakin terbukanya ruang berkesenian bagi perempuan di Kabupaten Ciamis.
“Perempuan sekarang memiliki ruang yang sama untuk berkarya dan menunjukkan potensinya di dunia seni rupa,” katanya.
Selain mendorong kreativitas, Disbudpora juga berupaya melindungi hasil karya seniman melalui fasilitasi pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Langkah itu dilakukan agar orisinalitas karya tetap terjaga dan memiliki perlindungan hukum.
Dian menilai karya seni berbasis budaya lokal juga memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikembangkan secara kreatif.
Ia bahkan mendorong para seniman untuk mengangkat berbagai ritual adat khas Ciamis ke dalam bentuk lukisan dan produk kreatif lainnya.
Menurutnya, karya-karya tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai produk suvenir seperti kaus, tas, gelas, hingga cinderamata khas daerah yang bernilai jual tinggi.
“Budaya lokal bisa menjadi kekuatan ekonomi kreatif jika dikemas dengan baik. Ini peluang besar bagi para seniman maupun masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Pemkab Ciamis berencana kembali menggelar kegiatan kolaboratif seni dan budaya pada Juni mendatang di kawasan Wisata Budaya Karangkamulyan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata.
Pemerintah berharap berbagai kegiatan seni dapat terus menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana memperkenalkan budaya Ciamis kepada masyarakat yang lebih luas. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































