BERITA PANGANDARAN, PASUNDANNEWS.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di SMK Teknologi Modern Kalipucang berlangsung lancar dan tertib.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 siswa baru dari berbagai wilayah di Kabupaten Pangandaran, Senin (14/7/2025)

Kepala Sekolah, Afan Juliantoro, mengaku sangat bersyukur atas kehadiran para siswa meskipun jumlah tersebut masih belum mencapai target 90 siswa.

“Kami bersyukur, masih banyak orang tua yang percaya kepada sekolah ini, walau jumlahnya belum sesuai harapan,” ujar Afan.

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah tetap optimis jumlah siswa akan bertambah dalam waktu dekat.

“Kami yakin, seiring berjalannya waktu akan ada penambahan. Kami juga masih membuka pendaftaran bagi calon siswa baru yang belum sempat mendaftar,” katanya.

Afan juga menyinggung tantangan yang dihadapi sekolah swasta setelah adanya kebijakan Gubernur Jawa Barat mengenai kuota maksimal 50 siswa per rombongan belajar di sekolah negeri.

Baca Juga :Masuk Sekolah Pukul 06.30 WIB, SDN 1 Kalipucang Terapkan Kebijakan Baru Awal Tahun Ajaran

“Kebijakan ini membuat persaingan semakin berat bagi sekolah swasta seperti kami,” ungkapnya.

Untuk menarik minat masyarakat, SMK Teknologi Modern Kalipucang memberikan berbagai keringanan.

“Kami gratiskan biaya pendaftaran, uang bangunan, SPP selama tiga tahun, serta biaya praktek harian,” jelas Afan.

Namun, ia mengakui bahwa fasilitas sekolah swasta masih kalah dibandingkan milik pemerintah.

“Dari sisi sarana kami akui tertinggal, tapi untuk kualitas kemampuan dan layanan, kami bisa bersaing,” tegasnya.

Saat ini, SMK Teknologi Modern Kalipucang memiliki dua program keahlian unggulan, yaitu Teknik Kendaraan Ringan (Otomotif), serta Perhotelan dan Animasi Komputer.

Afan berharap pemerintah provinsi bisa mempertimbangkan kebijakan khusus bagi sekolah swasta agar tetap eksis dan berkembang.

“Kami berharap ada perhatian dan kebijakan lanjutan dari Pak Gubernur untuk mendukung sekolah-sekolah swasta,” tutupnya.

(Deni Rudini/PasundanNews.com)