BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Kota Banjar mencatat lonjakan luar biasa dalam adopsi transaksi digital berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), dengan peningkatan sebesar 190,5 persen.
Data ini dirilis oleh Bank Indonesia wilayah kerja Tasikmalaya pada pembukaan Pekan QRIS Nasional 2025 yang digelar di Pasar Muktisari, Kecamatan Langensari, Senin (11/8/2025).
Acara ini diresmikan oleh Pemerintah Kota Banjar bersama Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kuat kedua institusi dalam mempercepat transformasi digital, khususnya di sektor ekonomi kerakyatan dan UMKM.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida E.SP, mengapresiasi capaian signifikan ini.
“Peningkatan penggunaan transaksi menggunakan QRIS di Kota Banjar sebesar 190,5 persen ini menjadi bukti nyata bahwa tren transaksi digital sudah mulai bisa dinikmati dan diadopsi secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Laura menambahkan, bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara BI dan Pemkot Banjar.
“Ini merupakan hasil yang sangat bagus, buah dari sinergi yang solid antara Pemkot Banjar dan Bank Indonesia. Transaksi menggunakan QRIS jelas memberikan kemudahan bagi masyarakat, lebih efektif, dan efisien,” imbuhnya.
Sementara itu, Walikota Banjar, Ir. H. Sudarsono, menyambut baik pertumbuhan pesat tersebut. Ia mengatakan bahwa sistem QRIS membawa banyak manfaat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“QRIS ini mudah, cepat, dan aman, tidak hanya untuk transaksi jual-beli sehari-hari, tetapi juga untuk pembayaran pajak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sudarsono menegaskan visinya untuk membangun budaya transaksi non-tunai di semua lapisan masyarakat.
Baca Juga : Semarak Jalan Santai Kerukunan Meriahkan Milad Kemenag Kota Banjar ke-20
“Kita ingin semua masyarakat merasakan kemudahan bertransaksi tanpa harus membawa uang tunai. Ini bukan sekedar masalah kepraktisan, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan transparansi dalam bertransaksi,” katanya.
Guna mempercepat adopsi QRIS, Pemkot Banjar mendorong keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
“Saya mengajak seluruh perangkat desa, pelaku UMKM, dan seluruh OPD untuk menjadi motor penggerak utama dalam penggunaan transaksi QRIS ini. Mari kita sosialisasikan dan praktikkan bersama,” katanya.
Upaya perluasan tidak hanya menyasar pelaku UMKM, tetapi juga pedagang pasar tradisional. Pasar Muktisari sebagai lokasi Pekan QRIS dijadikan contoh nyata transformasi transaksi di tingkat akar rumput, dengan harapan efisiensi dan keamanan transaksi di pasar rakyat terus meningkat.
Pemkot Banjar dan BI juga mulai mengintegrasikan QRIS dalam pembayaran pajak. Masyarakat kini bisa menggunakan QRIS untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Langkah ini diyakini dapat mempercepat proses pembayaran dan meningkatkan kepatuhan pajak warga.
“Pekan QRIS Nasional 2025 di Pasar Muktisari menjadi momentum tepat untuk terus memacu inklusi keuangan digital dan membawa kemudahan bertransaksi bagi seluruh warga Banjar,” pungkas Sudarsono.
(Hermanto/PasundanNews.com)




















































