Lapas Banjar Paparkan Kinerja 2025, Fokus Pembinaan dan Layanan Warga Binaan. Foto/Istimewa

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar memaparkan capaian kinerja serta program pembinaan yang telah dijalankan sepanjang tahun 2025.

Paparan tersebut disampaikan Kepala Lapas Kelas IIB Banjar, Tutut Prasetyo, dalam kegiatan pemaparan kinerja bersama jajaran internal dan awak media, Senin (5/1/2026), di Aula Lapas Banjar, Jawa Barat.

Dalam pemaparannya, Tutut menyebutkan bahwa selama 2025 pihaknya telah melaksanakan berbagai program integrasi bagi warga binaan.

Program tersebut meliputi pemberian pembebasan bersyarat (PB) kepada 129 orang, cuti bersyarat kepada 10 orang, serta tidak ada pemberian cuti menjelang bebas (CMB) sepanjang tahun tersebut.

Selain program integrasi, Lapas Banjar juga merealisasikan pemberian hak remisi kepada ratusan warga binaan. Remisi khusus Hari Raya Idulfitri diberikan kepada 331 orang, sementara remisi umum dalam rangka Hari Kemerdekaan 17 Agustus diterima oleh 409 warga binaan.

“Seluruh layanan dasar tetap kami laksanakan secara optimal, mulai dari pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, layanan kesehatan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, hingga pelaksanaan kegiatan kerja,” ujarnya.

Untuk mendukung pembinaan kemandirian, Lapas Banjar menggelar berbagai pelatihan kerja melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Sepanjang 2025, terdapat empat jenis pelatihan yang diselenggarakan, yakni pengelasan, peternakan ayam petelur, barista, dan hidroponik.

Baca Juga :Awal Tahun 2026, 36 Personel Polres Banjar Naik Pangkat

“Masing-masing pelatihan diikuti sekitar 32 orang. Secara keseluruhan, sebanyak 208 warga binaan telah mengikuti pelatihan kerja bersertifikat selama tahun 2025. Sertifikat tersebut ditandatangani oleh kami dan pihak pelatih, termasuk dari Dinas Pertanian dan Peternakan,” jelasnya.

Di bidang kesehatan, Tutut mengungkapkan bahwa Lapas Banjar berhasil menghadirkan klinik paripurna pertama pada 2025 dan meraih peringkat kedua se Jawa Barat dalam penilaian pengelolaan klinik pemasyarakatan.

“Kami memang menghadapi keterbatasan, termasuk kehilangan dokter kami, almarhum dr. Widri. Namun berkat perjuangan beliau dan kerja keras seluruh jajaran, klinik paripurna ini bisa terwujud,” katanya.

Ke depan, Lapas Banjar akan terus mendukung agenda prioritas kementerian yang selaras dengan program pemerintah pusat, mulai dari pemberantasan narkoba dan penipuan, penanganan overcrowding, hingga penguatan kemandirian pangan dan pendidikan warga binaan.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus membenahi Lapas Banjar dan memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat,” pungkasnya. (Hermanto/PasundanNews.com)