KWT Nurul Hikmah di Banjar Kolot Raih Keberhasilan Mandiri dalam Ketahanan Pangan. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM  Kelompok Wanita Tani (KWT) Nurul Hikmah yang berdiri sejak Februari 2024 di lingkungan Banjar Kolot RW 11, Kelurahan Banjar Kota Banjar menunjukkan prestasi luar biasa dalam upaya ketahanan pangan mandiri.

Berawal dari kepedulian warga RW 11 terhadap kebutuhan pangan, kelompok ini berhasil mengelola dua lahan pertanian yang produktif.

Ketua KWT Nurul Hikmah, Yeti Rohmayati, menjelaskan bahwa inisiasi pembentukan kelompok ini dilatarbelakangi oleh keinginan kuat warga untuk memastikan ketersediaan pangan lokal.

“Kami mulai dari niat sederhana, yakni menjaga ketahanan pangan di lingkungan kami sendiri, tanpa bergantung pada bantuan dari luar,” ujar Yeti, Jumat (25/7/2025).

Saat ini, KWT Nurul Hikmah sudah mengelola dua lahan pertanian, yang pertama berukuran sekitar 250 bata milik H. Rahmat salah satu warga setempat, dan lahan kedua sekitar 350 bata yang masih di wilayah RW 11.

Kedua lahan tersebut dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman pangan seperti pakcoy, terong, kacang tanah, jagung, singkong, ubi jalar, dan lain-lain.

Baca Juga :GPI Kritik Keras Proses Seleksi Calon Ketua BAZNAS Kota Banjar

“Setiap tiga bulan, kami melakukan panen dan hasilnya kami jual ke pasar atau langsung kepada perorangan. Uang hasil penjualan tersebut kami kelola sebagai kas kelompok untuk pengembangan usaha dan kebutuhan bersama,” terang Yeti.

Keberhasilan KWT Nurul Hikmah menjadi bukti nyata bahwa kemandirian dalam bidang pertanian sangat mungkin dicapai melalui gotong royong dan pengelolaan yang baik.

Sementara itu, Lurah Banjar, Sukmana, memberikan apresiasi atas kerja keras dan inisiatif warga tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi semangat dan kemandirian KWT Nurul Hikmah. Ini contoh nyata bagaimana masyarakat bisa berkontribusi langsung dalam menjaga ketahanan pangan di lingkungannya,” ujar Sukmana.

Sukmana juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan kelompok tani di wilayahnya, meski KWT Nurul Hikmah saat ini sudah berjalan mandiri tanpa bantuan pemerintah.

“Kami siap memberikan pendampingan agar keberhasilan ini bisa terus berlanjut dan berkembang,” imbuhnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kemandirian yang tinggi, KWT Nurul Hikmah membuktikan bahwa upaya ketahanan pangan dapat dimulai dari hal sederhana, namun membawa manfaat besar bagi masyarakat luas.

(Hermanto/PasundanNews.com)