BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya meresmikan Kampung Zakat di Desa Pawindan Kecamatan Ciamis, Senin (31/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Pawindan turut dihadiri Ketua BAZNAS Ciamis Drs. H. Lili Miftah, Kemenag Ciamis, pemerintah desa, pengurus UPZ, tokoh agama, tokoh masyarakat serta unsur terkait.
Diketahui, Desa Pawindan resmi ditetapkan sebagai Kampung Zakat ke-15 di Kabupaten Ciamis.
Penetapan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penguatan penghimpunan zakat, infak dan sedekah, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk mendukung penanganan stunting.
Dalam sambutannya, Herdiat mengatakan bahwa zakat harus dikelola secara tepat agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Terlebih, pemerintah daerah tengah menghadapi keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran yang mencapai sekitar Rp174 miliar.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penguatan gotong royong masyarakat. Zakat, infak dan sedekah menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat yang dapat mendukung berbagai program sosial.
Baca Juga :Polres Ciamis Sita 152 Knalpot Brong, Ungkap 7 Kasus Narkoba selama Agustus 2026
“Target tahun ini Rp32 miliar. Bukan angka yang sedikit. Kita doakan masyarakat lancar usahanya, karena masih banyak program yang harus dibantu,” ujar Herdiat.
Ia secara khusus meminta Kampung Zakat Pawindan turut membantu penanganan stunting. Herdiat menyebut terdapat delapan anak di Pawindan yang membutuhkan intervensi.
“Di Pawindan sendiri ada delapan yang harus mendapatkan intervensi. Mudah-mudahan dengan berdirinya Kampung Zakat bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.
Herdiat juga mendorong perhatian terhadap anak yatim piatu dan masyarakat rentan. Menurutnya, dana zakat dapat diarahkan untuk mendukung pendidikan, kesehatan, kebutuhan dasar hingga pemberdayaan ekonomi.
Ketua BAZNAS Ciamis Lili Miftah menegaskan pengelolaan zakat harus memenuhi ketentuan syariat sekaligus regulasi pemerintah. Ia menilai keberadaan UPZ di tingkat desa penting untuk mendekatkan pelayanan zakat kepada masyarakat.
Ia juga menyebut gerakan infak koin di Ciamis telah menghimpun sekitar Rp16 miliar, yang menjadi bukti kuatnya kepedulian masyarakat.
Sementara itu, Ketua UPZ Desa Pawindan KH. Aep Muqoddas mengatakan pihaknya telah menyiapkan lima program, yakni Pawindan Sejahtera, Pawindan Peduli, Pawindan Agamis, Pawindan Cerdas dan Pawindan Sehat.
Aep menegaskan keberhasilan program membutuhkan dukungan pemerintah desa, tokoh masyarakat dan seluruh warga.
“Kampung Zakat Pawindan diharapkan menjadi gerakan sosial yang transparan, tepat sasaran dan berkelanjutan dalam membantu mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera,” pungkasnya. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































