Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun saat menyalami salah satu personel cilik, Kahlil dari grup musik gamelan Ki Pamanahrasa Sakola Motekar Ciamis. Foto/Istimewa

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Gamelan Ki Pamanahrasa Sakola Motekar Ciamis sabet gelar juara pertama dalam gelaran ‘Festival Gamelan KiaiKanjeng’ tingkat nasional.

Untuk diketahui, KiaiKanjeng sendiri merupakan gamelan grup yang sering mengiringi Sinau Bareng, Maiyah atau pengajian rutin Emha Ainun Nadjib yang sering disapa Cak Nun.

Festival Gamelan KiaiKanjeng ini merupakan gelaran lomba aransemen karya-karya musik KiaiKanjeng yang diadakan secara online sejak bulan Januari lalu.

Melalui mekanisme lomba dengan cara mengupload karya setelah dua bulan karya ditayangkan di YouTube KiaiKanjeng.

Sebagaimana melansir laman Caknun.com, pengumpulan karya dari peserta itu pada tenggat 24 Februari 2022, dengan ketentuan penjurian yang meliputi, aransemen, kualitas audio, ide kreatif video, reinterpertasi lagu, dan lain sebagainya.

Grup Musik Gamelan Ki Pamanahrasa Sakola Motekar Ciamis

Gamelan Ki Pamanahrasa Sakola Motekar Ciamis Juara 1 Festival Gamelan KiaiKanjeng

Dalam setiap kegiatan atau Sinau Bareng yang kerap dilakukan Sakola Motekar Ciamis pun, penampilan musik bernuansa tradisional sering diiringi penampilan gamelan dari Ki Pamanahrasa.

Personil Ki Pamanahrasa sendiri merupakan bagian dari pegiat Sakola Motekar. Deni Weje, salah seorang pegiat Sakola Motekar Ciamis menyampaikan apresiasi penuh untuk group musik Gamelan Ki Pamanahrasa.

“Alhamdulilah, beberapa hari yang lalu ada pengumuman dan ada undangan secara langsung untuk menghadiri pengumuman juara,” ungkapnya kepada awak media, Senin (18/4/2022).

Menurutnya, Gamelan Ki Pamanahrasa Sakola Motekar Ciamis mendapat nilai tertinggi dan meraih juara satu, dengan total raihan poin 522.

Sedangkan yang menempati juara 2 yakni Kakang Kawah (Malang), dengan raihan poin 501. Kemudian Juara 3 ditempati Punjul Bawono (Tuban), dengan raihan poin 480.

Dalam mengikuti lomba pun, Ki Pamanahrasa membawakan lagu berjudul ‘Marhaban’ dan ‘Semau-maumu’

“Ada lagu wajib, dan itu yang sering dibawakan oleh KiaiKanjeng. Karena keikutsertaannya harus yang sering dibawakan KiaiKanjeng. Ada lagu wajib ada lagu pilihan,” terang Deni Weje.

Ia menuturkan, dalam proses persiapan lomba dilakukan secara gotong royong dan memanfaatkan instrumen seadanya.

“Sejak itu mulai latihan dengan seadanya, berikhtiar, mengambil gambar hanya menggunakan hape. Lalu menggunakan kamar kosong agar kedap suara, tidak latihan di studio. Merekam hanya dengan hape, semuanya dilakukan gotong royong,” tandasnya. (Herdri/PasundanNews.com)

Artikel sebelumyaKonsistensi Kaderisasi, HMI Universitas Galuh Ciamis Lahirkan Komisariat Baru
Artikel berikutnyaAAYG Menentang Pengembangan Senjata Biologis AS di Ukraina