Ketua DPD AMPI Ciamis, Mohammad Ijudin, M.Pd., saat menyampaikan sambutan kegiatan Festival Pisang di Kampung KB Mawar Desa Kertabumi Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Foto/PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Festival Pisang ke-III tahun 2022 yang diselenggarakan Kampung KB Mawar Desa Kertabumi Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis berjalan meriah.

Dengan latar belakang meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Dusun Nagrog, Desa Kertabumi melalui cara budidaya pisang secara intensif.

Ketua Pelaksana, Hernawan mengatakan melalui acara Festival Pisang ini merupakan bentuk perayaan upaya masyarakat dalam hal ekonomi desa.

“Budidaya pisang menjadi salah satu alternatif karena menanam pisang ini tidak hanya memerlukan keahlian khusus dalam penanamannya,” ujarnya kepada PasundanNews.com, Selasa (6/12/2022).

Ia menuturkan, untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam menanam pisang dan dalam rangka mendukung implementasi program MAPAIS (Mayar Pajak ku Pisang) yang merupakan program inovasi dari Kampung KB Mawar, pihaknya mengadakan Festival Pisang.

Sebagai informasi, event tersebut diselenggarakan setiap tahun dan telah terselenggara sebanyak 2 kali yaitu pada tahun 2020 dan 2021.

Sementara itu, Festival Pisang sendiri bertujuan beberapa poin, antara lain yaitu meningkatkan motivasi masyarakat dalam menanam pisang dan meningkatkan hasil produksi melalui budidaya pisang secara intensif.

Kemudian membangkitkan lahan tidur dan menambah sumber pendapatan sehingga dapat menjadikan masyarakat yang sejahtera dan memiliki kemandirian ekonomi.

Serta mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, dan terakhir mendukung Program MAPAIS dari kampung KB Mawar yaitu (Mayar Pajak ku Pisang).

Festival Pisang ke-III Mendapat Apresiasi AMPI Ciamis

Festival Pisang yang ke-III ini pun mendapat apresiasi dari DPD AMPI Kabupaten Ciamis.

Ketua DPD AMPI Ciamis, Mohamad Ijudin, M.Pd., menyampaikan festival pisang tersebut merupakan sebuah prestasi.

“Ini bagi kami sebuah prestasi yang patut harus diapresiasi oleh semua pihak, baik itu oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga civil society,” katanya.

Karena itu pada prinsipnya, sambung Ijudin, kreatifitas warga di Dusun Nagrog ini sangat luar biasa sesuai dengan kerangka pembangunan desa yang seharusnya dilakukan seperti ini.

“Jadi kalau di desa itu ada SDGs, salah satu pointer dari SDGs itu adalah bagaimana membangun sebuah ekonomi desa,” imbuhnya.

“Nah ekonomi yang ada di pedesaan yang paling memungkinkan, karena modal di pedesaan itu, tanah, kebun, sawah, dan semua aktifitas masyarakat juga di situ. Maka otomatis apa yang sudah dikerjakan masyarakat di sini ini sungguh luar biasa,” paparnya.

Ijudin menilai, event tersebut harus menjadi role model bagi desa yang lain. Karena memiliki nilai pemberdayaan yang sangat baik.

“Pada intinya kita harus memanfaatkan lahan jangan sampai mubazir, sedikit pun lahan harus dimanfaatkan sedemikian rupa, untuk meminimalisir beban pengeluaran,” ungkapnya.

Ia berharap, perhatian negara cukup untuk memberikan motivasi, semangat, fasilitasi dan arahan dalam rangka  pengembangan dan keberlangsungan pemberdayaan.

“Orang-orang kreatif bukan hanya tugas negara, tapi semua orang, dan didukung leadership yang kuat, punya kreatifitas yang tinggi,” tandasnya. (Hendri/PasundanNews.com)

Artikel sebelumyaKembali Torehkan Prestasi, Pemkab Ciamis Capai Target Predikat B SAKIP dan IRB di tahun 2022
Artikel berikutnyaKPU Kabupaten Ciamis Gelar Tes CAT PPK, Berikut Hasilnya