Kirmir (tembok pembatas saluran air) saluran air utama di Dusun Ciaren RT 37/RW 12, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, ambrol sepanjang sekitar 10 meter. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Kirmir (tembok pembatas saluran air) saluran air utama di Dusun Ciaren RT 37/RW 12, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, ambrol sepanjang sekitar 10 meter akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (23/11/2025).

Ketua RT setempat, Begi, mengatakan ambrolnya kirmir ini mengancam area persawahan hingga puluhan hektar.

“Kalau jebol, air akan masuk ke sawah, bahkan bisa masuk ke pemukiman warga. Sekarang air hanya tertahan oleh tanah yang masih menahan aliran, tapi kondisinya sangat rawan,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Selain ambrol, aliran saluran air juga terganggu akibat adanya tumpukan material yang menyumbat jalur air. Kondisi ini membuat aliran air tidak lancar dan berpotensi memperparah tekanan pada konstruksi kirmir yang sudah rusak.

Tak hanya itu, sepanjang kurang lebih 30 meter bagian kirmir lainnya juga terlihat dalam posisi miring. Kerusakan lanjutan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa longsoran susulan bisa terjadi sewaktu-waktu jika tidak segera ditangani.

Baca Juga :Anggota Linmas di Kota Banjar dapat Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana

Begi menegaskan bahwa perbaikan segera sangat diperlukan agar kerusakan tidak meluas dan menghindari dampak lingkungan yang lebih besar.

“Kami minta pemerintah segera memperbaiki. Kalau tidak secepatnya, dampaknya akan buruk bagi lingkungan dan warga sekitar,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Balokang, Idis, memastikan pihaknya akan melakukan langkah awal untuk mengurangi risiko jebolnya saluran.

“Kami akan berusaha secepatnya menahan dengan karung berisi pasir agar kirmir tidak semakin rusak sebelum perbaikan permanen dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjar, Heri Sapari, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan turun langsung ke lokasi untuk melihat tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan.

“Kami akan segera meninjau lokasi dan melakukan evaluasi untuk penanganan selanjutnya,” katanya.

Warga berharap pemerintah dapat mengambil tindakan cepat mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi turun hujan deras, sehingga resiko jebolnya kirmir dapat diminimalkan dan kerugian lebih besar dapat dicegah.

(Hermanto/PasundanNews.com)