Wasekjen Partai Demokrat Agust Jovan Latuconsina. Foto/Istimewa

PASUNDANNEWS.COMAHY atau Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat melakukan Safari Ramadan di D.I.Y (Daerah Istimewa Yogyakarta) dan Jateng (Jawa Tengah). Minggu (10/4/2022).bl

Di sela-sela perjalanan, Wasekjen (Wakil Sekretaris Jenderal) Partai Demokrat, Agust Jovan Latuconsina menceritakan kisah AHY semasa di SMA Taruna Nusantara dan Akademi Militer.

Jovan, sekaligus kawan satu angkatan AHY di SMA Taruna Nusantara maupun di Akmil, mengatakan saat mereka duduk di kelas tiga SMA, ada tawaran dari perusahaan penerbangan Garuda Indonesia.

“Saat masih SMA, tawaran merekrut siswa-siswi terbaik untuk menjadi pilot pesawat komersial Garuda Indonesia itu, salah satunya ke AHY,” ungkap Jovan.

Nantinya, lanjut Jovan, mereka yang lolos seleksi akan disekolahkan di Selandia Baru. Terkait tanggungan biaya, dijamin penuh, dan diangkat langsung menjadi pilot Garuda Indonesia.

Sebagai calon lulusan terbaik, AHY lolos seleksi tetapi saat pendalaman wawancara psikologi, dia menolak tawaran untuk jadi pilot komersial Garuda.

“AHY menegaskan niatnya untuk masuk Akademi Militer,” katanya.

AHY Berminat Memasuki Akademi Militer

Jovan menerangkan, pada tahun 1997, AHY mendaftar ke Akademi Militer. AHY saat itu memiliki predikat lulusan terbaik. Serta mendapat Garuda Trisakti Tarunatama dari SMA Taruna Nusantara.

“Namun, saat itu proses seleksi ke Akademi Militer tidak seperti sekarang,” ujarnya.

Seleksi masih digabungkan di bawah naungan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, tutur Jovan, atau kini populer disebut AKABRI.

“Hasil seleksi umum menetapkan AHY sebagai calon taruna nomor urut satu di Akademi Angkatan Udara (AAU), dia punya hasil psikologi yang memuaskan,” jelas Jovan.

Dengan tinggi 182 cm, AHY diyakini bisa lolos menjadi Pilot Pesawat Tempur di TNI AU, tetapi saat proses seleksi wawancara, AHY kembali menolak untuk menjadi Pilot.

“AHY lebih memilih masuk Akademi Militer, padahal hasil seleksi di Akademi Militer menunjukkan nilai psikologi AHY berada pada urutan ke-4. Urutan itu dari 300 lebih calon taruna,” papar Jovan.

AHY Lebih Memilih Prajurit Korps Infanteri

Tahun 2000, AHY menjadi lulusan terbaik dengan meraih pedang Trisakti Wiratama, selain itu ia diberi penghargaan Adhi Makayasa oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

“Penghargaan itu diserahkan oleh Wakil Presiden Megawati Soekarno Putri di Istana Merdeka Jakarta,” ungkap Jovan.

Saat AHY lulus dari Akademi Militer, Satuan Penerbang TNI AD (Penerbad) sedang mencari perwira-perwira terbaik untuk menjadi pilot helikopter, TNI AD saat itu tengah membeli helikopter tempur jenis MI-35 dan MI-17 dari Rusia dalam jumlah besar.

“Kondisi itu membutuhkan banyak pilot baru, sebagai salah satu perwira lulusan terbaik, AHY ditugaskan untuk mengikuti seleksi sebagai pilot helikopter tempur,” terangnya.

Lagi-lagi, AHY lulus serangkaian seleksi. Tetapi pada saat pendalaman wawancara, AHY menyatakan lebih memilih jalan lain.

“AHY lebih memilih menjadi prajurit Korps Infanteri di lingkungan Kostrad, andai AHY memilih kesempatan lain, mungkin ia bisa menjadi pilot komersial Garuda. Atau pilot pesawat tempur TNI AU atau pilot helikopter TNI AD,” katanya.

Hal tersebut belum tentu AHY akan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, tambah Jovan, dengan tren saat ini menunjukkan elektabilitas yang terus meningkat.(Herdi/PasundanNews.com)

Artikel sebelumyaJelang Final Piala AFF Futsal 2022, Indonesia vs Thailand, Berikut Fakta Menarik Kedua Tim
Artikel berikutnyaAMPI Ciamis Adakan Silaturahmi Pemuda, Ketua AMPI: Bangun Harmonisasi dan Kolaborasi