BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Ciamis terus mendorong pengenalan dunia pertanian kepada generasi muda.

Salah satunya dilakukan melalui program Gerakan Nanam Padi (GNP) yang kali ini menyasar siswa SD Negeri 2 Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Sabtu (8/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan teknik budidaya padi gogo atau padi huma.

Tidak hanya menerima penjelasan secara teori, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui praktik sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis turut menyerahkan benih padi varietas MSP28 kepada peserta.

Benih itu nantinya digunakan sebagai bahan praktik agar siswa dapat melihat secara langsung proses menanam dan merawat tanaman padi.

Program edukasi pertanian tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sejumlah unsur yang hadir di antaranya jajaran guru, komite sekolah, orang tua siswa, Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Cijeungjing, pemerintah desa, Babinsa, hingga tokoh masyarakat.

Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis, H. Nanang Permana, M.H., menjelaskan bahwa GNP bukan program baru.

Baca Juga :Kisah Penyintas Kebakaran di Banjar, Terbangun saat Api Membesar hingga Kehilangan Seluruh Dokumen Penting

Gerakan tersebut telah dikembangkan sejak 2020 dan secara bertahap diperkenalkan di berbagai gugus depan yang menjadi bagian dari Gerakan Pramuka di Kabupaten Ciamis.

Menurut Nanang, pengenalan pertanian kepada anak-anak tidak harus dilakukan melalui pola konvensional. Budidaya padi gogo menjadi salah satu alternatif karena dapat dilakukan pada lahan kering dengan sarana sederhana.

“Selama ini banyak anak-anak yang menganggap menanam padi harus dilakukan di sawah dan identik dengan lumpur. Melalui program padi gogo atau padi huma, kami ingin memberikan contoh bahwa menanam padi juga bisa dilakukan di lahan kering, bisa menggunakan media polibag atau ember bekas. Dengan begitu, mereka dapat belajar bercocok tanam dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan,” kata Nanang.

Ia menilai pengalaman praktik sejak usia sekolah penting untuk membangun kedekatan anak dengan sektor pertanian.

Selain menambah pengetahuan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap pangan sekaligus mengubah pandangan bahwa bertani merupakan pekerjaan yang jauh dari kehidupan generasi muda.

Nanang berharap siswa tidak sekadar mengetahui proses pertanian melalui buku atau pembelajaran di kelas. Mereka juga diharapkan memiliki pengalaman langsung menanam dan merawat tanaman sehingga muncul rasa bangga terhadap aktivitas pertanian.

“Sehingga anak-anak bisa menanam padi pakai dasi sambil selfie,” ungkapnya.

Melalui GNP, Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis ingin menjadikan kegiatan bercocok tanam sebagai bagian dari pembelajaran yang dekat dengan keseharian anak.

“Edukasi ini sekaligus menjadi upaya menanamkan kesadaran mengenai pentingnya pertanian dan ketahanan pangan sejak dini,” tandas Nanang. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)