Lurah Banjar, Rd Sukmana, bersama ketua RW 11, Agan Tatang Chim, melakukan kunjungan silaturahmi ke Sanggar Seni Galih Pakuan di lingkungan Banjar Kolot Kota Banjar. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Lurah Banjar, Rd Sukmana, bersama ketua RW 11, Agan Tatang Chim, melakukan kunjungan silaturahmi ke Sanggar Seni Galih Pakuan di lingkungan Banjar Kolot. Kamis (31/7/2025).

Kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan dari pemerintah kelurahan terhadap pelaku seni yang masih aktif melestarikan kebudayaan Sunda.

Kedatangan Lurah Banjar disambut hangat oleh pemilik sanggar, Ki Asep Sapa’at beserta istri, Nyi Nining.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, mereka berdiskusi mengenai peran sanggar seni dalam menjaga warisan budaya serta tantangan yang dihadapi dalam pelestarian kesenian tradisional.

“Saya sangat mengapresiasi upaya Ki Asep dan keluarga dalam menjaga seni budaya Sunda agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” ujar Sukmana saat meninjau fasilitas sanggar.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kelurahan Banjar akan terus memberikan dukungan terhadap pelaku seni di wilayahnya.

Baca Juga : Polres Pangandaran Ungkap Jaringan Prostitusi Online di Penginapan Kidang Pananjung

“Kami berharap sanggar seperti Galih Pakuan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mencintai budaya sendiri,” katanya.

Sementara itu, Ki Asep Sapa’at menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap sanggar seni miliknya.

“Kami sangat senang dengan kunjungan Pak Lurah. Ini menunjukkan bahwa seni tradisional masih mendapat tempat di hati pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.

Sanggar Seni Galih Pakuan merupakan salah satu sanggar seni yang telah lama berdiri di wilayah Kelurahan Banjar dan hingga kini masih aktif.

Kegiatan di sanggar mencakup pelatihan seni tari, seni karawitan, padalangan, kawih, serta berbagai bentuk kesenian Sunda lainnya.

Selain sebagai tempat belajar, sanggar ini juga menyediakan jasa penyewaan kostum tari, baju adat, kostum wayang, serta menerima pesanan pembuatan gamelan Sunda dan aksesoris seni tradisional lainnya. Hal ini menjadikan sanggar Galih Pakuan sebagai pusat kegiatan seni yang cukup lengkap di Kota Banjar.

(Hermanto/PasundanNews.com)