BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Di tengah maraknya agenda seremonial, langkah konkret justru datang dari mantan Wali Kota Banjar, dr. Herman Sutrisno.
Meski tak lagi menjabat dan telah berusia 75 tahun, ia tetap aktif turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan sosial berupa pembagian beras sekaligus menjalin silaturahmi.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Jabar Bergerak Kota Banjar tersebut rutin digelar dan kerap dihadiri sejumlah pejabat aktif, mulai dari kepala OPD hingga aparat desa.
Namun, kehadiran mereka justru memunculkan ironi tersendiri, seolah hanya menjadi saksi dari aksi nyata yang digerakkan oleh sosok non-aktif pemerintahan.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Dusun Balokang Patrol, Desa Jajawar, Rabu (8/4/2026), Herman menegaskan komitmennya untuk tetap hadir dan bermanfaat bagi masyarakat, meskipun tidak lagi memiliki jabatan formal.
“Meski saya sudah tidak menjabat, saya ingin tetap memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Baca Juga :Dr. Herman Sutrisno Rayakan HUT ke 75 Bersama Lansia di Kota Banjar
Menurutnya, silaturahmi memiliki nilai yang tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan keberkahan hidup. Pemilihan bantuan berupa beras didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat.
Ia menilai, pemenuhan kebutuhan pokok harus menjadi prioritas utama dibandingkan program yang bersifat simbolis.
“Beras itu kebutuhan utama. Kalau sudah ada nasi, di lingkungan itu sudah cukup,” katanya, menggambarkan kondisi sederhana yang sering luput dari perhatian kebijakan besar.
Dalam kesempatan tersebut, Herman juga menyampaikan pandangan kritis terkait kondisi pemerintahan saat ini.
Ia menyinggung anggapan bahwa Kota Banjar sedang dalam kondisi ‘ripuh’, namun menurutnya, masyarakat justru masih mampu bertahan.
“Masyarakat Banjar sebenarnya masih berkecukupan. Mungkin yang merasa ‘ripuh’ justru pemerintahnya,” ujarnya dengan nada santai.
Pernyataan tersebut menjadi refleksi tajam terhadap peran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Di saat warga dinilai tetap bertahan, ekspektasi terhadap kinerja pemerintah justru semakin tinggi.
Di sisi lain, apresiasi datang dari jajaran pemerintah desa setempat. Ketua BPD Desa Jajawar, Bhira Tawado, bersama Kepala Dusun Balokang Patrol, Husni Fadhil, menyebut bantuan yang diberikan sangat dirasakan manfaatnya, terutama bagi kalangan lansia.
“Bantuan beras ini sangat membantu, khususnya bagi warga lanjut usia. Kami juga mendoakan agar beliau selalu diberikan kesehatan dan umur panjang,” ungkap mereka.
Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa aksi nyata di tengah masyarakat memiliki dampak langsung yang lebih dirasakan, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kehadiran pemerintah dalam bentuk kerja konkret, bukan sekadar wacana. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































