Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Dr. H. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc., Ip., M.Si. saat menyampaikan materi sosialisasi empat pilar kebangsaan. Foto/Istimewa

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Anggota MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kabupaten Ciamis, pada Senin (22/6/2025).

Kali ini kegiatan bertempat di Aula Kantor KUA Kecamatan Baregbeg secara hybrid melalui zoom meeting dengan dihadiri oleh puluhan tokoh agama, pemuda dan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Nilai Luhur Agama sebagai Landasan untuk Membangun Kesejahteraan Bersama’.

Dalam sambutannya, Agun menegaskan bahwa 4 Pilar MPR RI merupakan fondasi kokoh dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Ia yang juga turut menyoroti peran nilai-nilai luhur agama sebagai landasan moral dan etika dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

“Agama mengajarkan kasih sayang, keadilan, dan gotong royong, yang selaras dengan semangat Pancasila sebagai ideologi negara,” ujar Anggota Komisi XIII DPR RI itu.

Nilai Luhur Agama dan Kesejahteraan Bersama

Agun menjelaskan bahwa agama, khususnya Islam, memiliki ajaran yang menekankan pentingnya kesejahteraan umat secara kolektif.

Ia mengutip Al-Qur’an, Surah Al-Ma’idah ayat 2: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”

Menurutnya, ayat tersebut menjadi dalil agama yang mengharuskan umat untuk bekerja sama dalam kebaikan, termasuk membangun kesejahteraan sosial.

Selain itu, Agun juga merujuk pada hadits Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa yang menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di akhirat.” (HR. Muslim).

Hadits ini menegaskan bahwa membantu sesama adalah kewajiban moral yang memperkuat solidaritas sosial, sejalan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan dalam Pancasila.

Gotong Royong dan Korelasinya dengan Pancasila

Agun menegaskan bahwa gotong royong, sebagai nilai budaya bangsa, memiliki akar kuat dalam ajaran agama dan terkait erat dengan sila-sila Pancasila.

“Gotong royong mencerminkan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, serta sila ketiga, Persatuan Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan bahwa semangat gotong royong juga selaras dengan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, karena melibatkan musyawarah untuk kebaikan bersama.

Menurutnya, Pancasila sebagai ideologi negara mengakomodasi nilai-nilai agama yang mendorong kerja sama antarumat.

“Pancasila tidak bertentangan dengan agama, tetapi justru menguatkan nilai-nilai luhur seperti keadilan sosial, persatuan, dan kesejahteraan,” tegasnya.

Ia juga mengutip Mohammad Hatta, yang menyebut gotong royong sebagai prinsip pengelolaan negara yang berlandaskan kebersamaan, sebagaimana dikemukakan dalam konteks NKRI.

Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari peserta. Salah seorang tokoh agama, K.H Saeful Uyun, menyatakan bahwa sosialisasi ini memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembahasan tentang gotong royong dan dalil agama sangat relevan untuk mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman,” ujarnya.

Peserta lainnya, Anis, seorang pemudi dari Ciamis, mengaku terinspirasi untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial di lingkungannya.

“Saya jadi paham bahwa gotong royong bukan hanya tradisi, tapi juga bagian dari ajaran agama dan Pancasila,” katanya.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, dipimpin oleh tokoh agama setempat, sebagai wujud syukur atas terselenggaranya sosialisasi yang memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara.

(Hendri/PasundanNews.com)