Herry Dermawan Salurkan Dukungan Kebun Bibit Rakyat, 500 Warga Kertamandala Ikuti Bimtek RHL. Foto/Pepi Irawan.PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus didorong di Kabupaten Ciamis.

Kali ini, sekitar 500 warga Dusun Cibungur, Desa Kertamandala, Kecamatan Panjalu, mendapatkan edukasi mengenai rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang digagas Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Cimanuk Citanduy tersebut menjadi sarana penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi tanah dan air, terutama dalam menjaga ketersediaan sumber air serta mencegah kerusakan lingkungan.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN Dapil Jawa Barat X, Ir. H. Herry Dermawan, hadir bersama Kepala BPDAS Cimanuk Citanduy, Umar Nasir, S.Sos., M.Sc.

Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Ciamis Yoyo Wahyono, tokoh masyarakat Endang Sulaeman, pemerintah desa, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Herry menekankan bahwa rehabilitasi hutan dan lahan harus memberikan manfaat ganda, yakni memulihkan kondisi lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, upaya konservasi tanah dan air, termasuk pembangunan sumur resapan dan bangunan penahan air, menjadi langkah penting untuk mengantisipasi ancaman kekeringan ekstrem.

Baca Juga :“Amplop” di Balik Kegiatan Madrasah, PMII Desak Kemenag Banjar Bongkar Dugaan Gratifikasi

“Ketersediaan sumber air juga memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Herry.

Ia menjelaskan, salah satu dukungan pemerintah yang didorong untuk masyarakat adalah program Kebun Bibit Rakyat (KBR).

Melalui program tersebut, kelompok tani memperoleh fasilitasi bantuan sebesar Rp100 juta untuk setiap kelompok. Setiap kelompok penerima program minimal beranggotakan 15 orang.

Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan pembibitan secara mandiri sehingga masyarakat memiliki kemampuan mengembangkan tanaman produktif secara berkelanjutan.

“Kami mendorong kelompok tani agar mandiri dan berkelanjutan, mulai dari pembibitan secara mandiri hingga pemanfaatan tanaman produktif bernilai ekonomis bagi KWT (Kelompok Wanita Tani) dan warga,” kata Herry.

Ia juga mempersilakan masyarakat yang membutuhkan bibit tanaman buah produktif untuk mengajukan permohonan.

Harapannya, pengembangan tanaman tersebut dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga dengan hasil yang bisa dinikmati dalam jangka waktu relatif lebih cepat.

Selain penguatan program kehutanan, Herry mengungkapkan bahwa aspirasi masyarakat Desa Kertamandala terkait pembangunan Jaringan Irigasi Tersier (JIT) untuk menunjang kebutuhan persawahan telah disampaikan dan kini tengah diperjuangkan.

Sementara itu, Kepala BPDAS Cimanuk Citanduy, Umar Nasir, mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kelestarian kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS).

Menurutnya, pengelolaan DAS tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dari kawasan hulu hingga hilir.

Kerusakan hutan dan berkurangnya tutupan vegetasi di kawasan hulu berpotensi memicu erosi dan longsor.

Dampaknya juga dapat dirasakan masyarakat di wilayah hilir melalui banjir ketika musim hujan maupun berkurangnya ketersediaan air saat musim kemarau.

Baca Juga :Antisipasi Banjir dan Longsor, DPRKPLH Ciamis Intensifkan Pembersihan Sungai dan Drainase

“Jika kelestarian air tidak dijaga, tidak menutup kemungkinan air akan menjadi barang langka yang harganya jauh lebih mahal daripada berlian,” ungkap Umar.

Ia menambahkan, BPDAS Cimanuk Citanduy terus mendorong pemulihan lahan kritis di wilayah kerjanya yang mencakup sejumlah daerah lintas provinsi.

Pelaksanaan RHL diharapkan tidak hanya memperbaiki fungsi ekologis kawasan, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi melalui pengembangan tanaman yang memiliki nilai produktif.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Sekretaris Desa Kertamandala, Dedi.

Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan berbagai pihak terhadap pembangunan di desanya, khususnya program yang menyentuh sektor kehutanan, pertanian, dan peternakan.

Pemerintah desa berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar berbagai program pemberdayaan memberikan dampak berkelanjutan.

Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan secara simbolis sebanyak 500 bibit pohon produktif kepada masyarakat.

Penyaluran bibit tersebut diharapkan menjadi langkah awal keterlibatan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi berbasis tanaman produktif.

“Semoga program RHL ini, masyarakat Desa Kertamandala diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat aktif dalam menjaga sumber daya alam untuk kepentingan generasi mendatang,” tegasnya. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)