*Sulap Lahan Tadah Hujan jadi Produktif, Pemuda Ciamis Raup Peluang Usaha dari Budidaya Semangka*
BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Lahan pertanian yang biasanya dibiarkan menganggur saat musim kemarau di Dusun Cikatomas, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, kini menjadi sumber penghasilan berkat kreativitas seorang petani muda.
Septian Mulyana (28), atau yang akrab disapa Iyan, berhasil membudidayakan semangka varietas Dansa Merah dengan hasil panen mencapai sekitar tiga ton dalam satu musim tanam.
Budidaya tersebut dilakukan di lahan tadah hujan seluas 110 bata atau sekitar 1.540 meter persegi. Sebanyak 1.200 bibit semangka ditanam hingga memasuki masa panen setelah 60 hari perawatan.
Menariknya, keberhasilan tersebut diraih Iyan tanpa latar belakang pendidikan khusus di bidang pertanian. Ia mempelajari teknik budidaya secara mandiri dengan memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan dari rekan-rekannya.
“Awalnya saya ingin memanfaatkan lahan tidur yang tidak produktif akibat kekeringan. Belajar dari teman dan mencoba secara otodidak, perawatan pun saya kerjakan bersama keluarga,” ujar Iyan, Sabtu (24/10/2026).
Untuk memulai usaha pertanian tersebut, Iyan mengeluarkan modal sekitar Rp8 juta. Hasil panennya kemudian dipasarkan dengan harga berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
Ia menerapkan konsep penjualan langsung di kebun dengan memberikan kesempatan kepada konsumen untuk memilih dan memetik sendiri semangka yang akan dibeli.
Melalui sistem tersebut, penjualan diperkirakan mencapai lima kuintal setiap hari. Dengan tingginya minat pembeli, seluruh hasil panen diproyeksikan terjual dalam waktu tiga hingga empat hari.
Keberhasilan musim tanam perdana ini mendorong Iyan untuk mengembangkan usahanya melalui penambahan luas lahan budidaya pada musim berikutnya.
Baca Juga :Dialog Kebangsaan FKUB Ciamis, Penguatan Kerukunan dan Pelestarian Kabuyutan Jadi Sorotan
Ketua DPRD Ciamis Dorong Pengembangan Pertanian Produktif
Keberhasilan Iyan mengoptimalkan lahan kering mendapat perhatian Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana.
Nanang mengunjungi lokasi budidaya semangka pada Sabtu (24/10/2026), didampingi unsur Pemerintah Desa Handapherang, tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.
Dalam kunjungan tersebut, Nanang turut memetik serta menimbang semangka hasil budidaya Iyan. Bobot buah yang dipanen rata-rata mencapai 5,5 kilogram.
Menurut Nanang, inovasi pertanian yang dilakukan generasi muda tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan kondisi alam tidak selalu menjadi penghambat kegiatan ekonomi masyarakat.
“Ini bukti bahwa dengan kreativitas dan kemauan, musim kemarau yang kerap ditakuti justru bisa mendatangkan berkah ekonomi. Persoalannya bukan pada iklim atau luasnya lahan, melainkan niat dan kemauan bekerja keras,” katanya.
Ia menilai sektor pertanian memiliki peluang besar dalam menciptakan kemandirian ekonomi, terutama bagi generasi muda yang mampu mengelola potensi lahan secara produktif.
Nanang juga menekankan bahwa menjadi petani bukan sekadar menjalankan pekerjaan, tetapi membuka kesempatan untuk membangun usaha secara mandiri.
Sementara itu, Ketua RW 06 Dusun Cikatomas, Taufan Nugraha, menyambut positif keberhasilan Iyan.
Menurutnya, pemanfaatan lahan tadah hujan tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha pertanian.
Taufan mengatakan, kawasan Lembur Pasir berpotensi dikembangkan menjadi destinasi agrowisata berbasis kegiatan petik semangka.
Baca Juga :Santri Sepuh Darussalam Ciamis Aktif Ikuti Kajian Keagamaan dan Senam Hijaiyah
Selain membuka peluang wisata pertanian, pengalaman Iyan diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan kepada pemuda lain yang tertarik mengembangkan komoditas hortikultura.
Pengembangan tersebut juga direncanakan melibatkan penyuluh pertanian lapangan (PPL), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Bank Galuh untuk menjajaki dukungan pendampingan dan akses permodalan.
Di sisi lain, Kepala Desa Handapherang, Tantan Sontani, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pertanian yang dijalankan generasi muda di wilayahnya.
Pemerintah desa, kata dia, akan mendorong kerja sama antara masyarakat, pemuda, dan BUMDes untuk mengoptimalkan lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Potensi kita sangat besar, tinggal bagaimana membangun kemauan yang kuat dari masyarakat. Keberhasilan Saudara Iyan ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan musim bukan halangan untuk berproduksi,” pungkas Tantan.
Keberhasilan budidaya semangka di Dusun Cikatomas tersebut diharapkan menjadi awal pengembangan kegiatan pertanian produktif sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Handapherang. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































