BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Anggota DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa, mengajak kalangan santri untuk mengambil peran aktif dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus menghadapi tantangan radikalisme dan intoleransi.
Ajakan tersebut disampaikan Agun saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pondok Pesantren Al Wasilah, Desa Cinyasag, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2026 itu diikuti ratusan peserta, terdiri atas santri, alumni pesantren, pengasuh pondok, serta tokoh masyarakat setempat.
Agun yang juga Wakil Badan Sosialisasi MPR RI menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi berkarakter, berakhlak, dan memiliki kesadaran kebangsaan.
Menurut legislator dari Partai Golkar tersebut, pendidikan pesantren tidak hanya berperan dalam penguatan nilai keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Empat Pilar ini bukan sekadar hafalan, tapi pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah warisan yang dijaga oleh para ulama dan santri sejak zaman kemerdekaan,” ujar Agun.
Ia menjelaskan, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan perlu terus ditanamkan kepada generasi muda, termasuk para santri, agar tidak mudah terpengaruh ideologi yang bertentangan dengan prinsip kehidupan berbangsa.
Empat Pilar MPR RI, lanjutnya, mencakup Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan.
Agun menegaskan, peringatan Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi pesantren dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Terlebih, perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus digitalisasi menghadirkan tantangan baru yang menuntut generasi muda memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat.
Baca Juga :Dialog Kebangsaan FKUB Ciamis, Penguatan Kerukunan dan Pelestarian Kabuyutan Jadi Sorotan
Sementara itu, Dewan Kiai Pondok Pesantren Al Wasilah, KH Sobirin, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi kebangsaan di lingkungan pesantren.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan bagi santri mengenai tanggung jawab sebagai warga negara, di samping pendidikan agama yang selama ini mereka pelajari.
Ia berpandangan, pesantren merupakan salah satu ruang pendidikan yang mencerminkan keberagaman masyarakat Indonesia. Karena itu, penguatan nilai toleransi dan persatuan menjadi bagian penting dalam pembinaan santri.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat kesempatan berdialog langsung dengan Agun mengenai berbagai persoalan kebangsaan.
Sejumlah pertanyaan yang disampaikan santri berkaitan dengan tantangan kehidupan di era digital, keterlibatan generasi pesantren dalam pembangunan, hingga perkembangan isu di parlemen.
Baca Juga :Peringati Hari Santri 2026, PCNU Ciamis Ajak Ribuan Santri Teladani Perjuangan Ulama
KH Sobirin berharap wawasan yang diperoleh melalui sosialisasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga hasil dari sosialisasi ini bisa diamalkan kembali dalam kehidupan sehari-hari. Kami mengajak seluruh santri untuk terus berjuang dengan ilmu dan akhlak untuk kemajuan Indonesia,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, pesantren diharapkan semakin berperan dalam melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara pemahaman agama, karakter kebangsaan, dan kepedulian terhadap masa depan Indonesia. (Hendri/PasundanNewa.com)



















































