BPBD Kota Banjar Salurkan Bantuan Air Bersih ke Dua Wilayah Terdampak Kemarau. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kekurangan air akibat kemarau panjang, Jumat (14/8/2026).

Bantuan tersebut disalurkan ke dua wilayah yang terdampak, yakni Dusun Cigadung RT 08 RW 03, Desa Karyamukti, serta Dusun Sukahurip RT 06 RW 04, Desa Sukamukti.

Penyaluran air bersih dilakukan sebagai bentuk respons BPBD Kota Banjar terhadap kondisi masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Kemarau panjang menyebabkan sejumlah sumber air mengalami penurunan debit, termasuk sumur milik warga yang mulai surut.

Di Dusun Cigadung, warga menerima bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter. Bantuan tersebut langsung disalurkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.

Baca Juga :Tantan Sulthon Bukhawan Raih Mandat Pimpin PWI Jabar, Serukan Persatuan Wartawan

Bantuan serupa juga diberikan kepada warga di Dusun Sukahurip, Kondisi sumur yang mulai surut membuat masyarakat membutuhkan pasokan air bersih dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kedatangan bantuan air bersih tersebut disambut antusias oleh warga di kedua wilayah. Masyarakat berharap distribusi air dapat terus dilakukan apabila kondisi kemarau dan kekurangan air bersih masih berlangsung.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Ruhimat, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Solihan Sukriatman, mengatakan penyaluran dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan dan laporan mengenai kebutuhan air bersih masyarakat.

“Kami menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di dua lokasi yang mengalami kekurangan air akibat kemarau panjang. Masing-masing lokasi mendapatkan pasokan air sebanyak 5.000 liter,” ujarnya.

Dalam penyaluran tersebut turut hadir unsur Tribina Desa Karyamukti dan Desa Sukamukti. BPBD Kota Banjar memastikan pemantauan akan terus dilakukan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih selama musim kemarau. (Hermanto/PasundanNews.com)