BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Ciamis membuka peluang untuk memperluas kerja sama dengan Universitas Pasundan (Unpas) setelah berakhirnya program riset dan praktik mahasiswa yang berlangsung selama satu bulan di sejumlah perangkat daerah.

Program tersebut resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, dalam kegiatan yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Ciamis, Rabu (12/8/2026).

Sebanyak 90 mahasiswa Unpas terlibat dalam kegiatan yang berlangsung sejak 12 Juli hingga 12 Agustus 2026. Mereka menjalankan riset dan praktik secara langsung di 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Ciamis.

Andang menilai keterlibatan mahasiswa selama program berlangsung memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Selain memperoleh pengalaman praktis, para mahasiswa juga dinilai turut menghadirkan perspektif serta gagasan baru yang dapat menjadi masukan bagi perangkat daerah.

“Selama riset dan praktik di berbagai OPD, mahasiswa telah memberikan energi positif dan gagasan baru dalam sistem kinerja kami,” kata Andang.

Menurutnya, pengalaman terlibat langsung dalam aktivitas pemerintahan memiliki nilai penting bagi mahasiswa.

Mereka tidak hanya mempelajari teori di ruang perkuliahan, tetapi juga berhadapan dengan berbagai persoalan nyata yang muncul dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Andang menyebut Ciamis dapat menjadi ruang pembelajaran langsung atau ‘laboratorium hidup’ bagi mahasiswa.

Beragam karakter masyarakat, persoalan pembangunan serta dinamika pemerintahan di daerah dinilai dapat menjadi objek pembelajaran yang memperkaya perspektif akademik.

Baca Juga :Pramuka Ciamis Siap Bawa Nama Daerah di Jambore Nasional XII

“Pengalaman selama di Ciamis merupakan laboratorium hidup yang sangat berharga bagi mahasiswa,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, Andang menyampaikan apresiasi kepada Universitas Pasundan yang telah mempercayakan daerah tersebut sebagai tempat pelaksanaan riset dan praktik mahasiswa.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada masa mendatang dengan cakupan kerja sama yang lebih luas.

Pemkab Ciamis, kata Andang, siap menerima berbagai bentuk kolaborasi yang melibatkan perguruan tinggi maupun kalangan akademisi.

“Kami berharap ke depan mahasiswa Unpas bisa datang lagi ke Ciamis. Kami sangat terbuka. Mudah-mudahan Ciamis bisa menjadi laboratorium hidup dengan berbagai macam dinamika yang ada,” tuturnya.

Lebih jauh, Andang menekankan pentingnya hubungan yang saling menguntungkan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan pemikiran dan hasil kajian akademik untuk menghadapi persoalan pembangunan yang semakin kompleks.

“Mari kita wujudkan kolaborasi. Kami di pemerintah daerah tanpa pengetahuan baru dari akademisi akan sulit berkembang, begitu juga sebaliknya. Kolaborasi adalah jawaban penting dewasa ini,” tegasnya.

Kehadiran mahasiswa dan dosen juga dinilai dapat membantu pemerintah melihat persoalan dari sudut pandang berbeda. Masukan akademik diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan, inovasi dan solusi yang lebih tepat sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kita tidak akan bisa bekerja sendiri. Kita perlu bantuan akademisi, para dosen maupun mahasiswa,” pungkas Andang.

Berakhirnya program riset dan praktik tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih berkelanjutan antara Pemkab Ciamis dan Unpas.

Kolaborasi ke depan dapat diarahkan pada penelitian, pengembangan kebijakan, inovasi pelayanan publik hingga penguatan program pembangunan daerah. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)