BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Perselisihan yang dipendam selama bertahun-tahun diduga menjadi pemicu tewasnya Asep Komara (62), warga Lingkungan Cikadu, Blok Ciaren, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat.
Polisi mengungkap, terduga pelaku berinisial S (29) menyimpan rasa sakit hati terhadap korban. Keduanya diketahui tidak hanya tinggal bertetangga, tetapi juga bekerja bersama sebagai pengatur lalu lintas informal atau Pak Ogah di kawasan simpang tiga Lapang Golf, Jalan Raya Siliwangi.
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro mengatakan, dari pemeriksaan awal, tersangka mengaku sudah lama merasa tersinggung dengan perlakuan korban.
Salah satu hal yang disebut memicu dendam tersebut adalah kebiasaan korban yang diduga kerap melontarkan ejekan kepada tersangka.
“Dari hasil pemeriksaan, motif atau latar belakang tersangka karena menaruh dendam,” ujar Didi saat memberikan keterangan pers, Sabtu (8/8/2026).
Selain persoalan ejekan, penyidik juga menemukan adanya konflik dalam aktivitas pekerjaan keduanya.
Tersangka merasa korban seolah memiliki kendali lebih dalam pekerjaan sebagai Pak Ogah. S juga mengaku tidak memperoleh pembagian penghasilan sesuai yang menurutnya menjadi haknya.
Persoalan tersebut diduga menumpuk dan tidak terselesaikan hingga akhirnya kembali mencuat pada Jumat (7/8/2026) dini hari.
Menurut keterangan polisi, keduanya sempat terlibat percakapan yang membuat tersangka kembali tersulut emosi. S kemudian meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah.
Namun, tersangka tidak berhenti sampai di sana. Ia kembali mendatangi lokasi dengan membawa sebilah pisau.
Baca Juga :Pelarian ke Bandung Berakhir, Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Asep Komara
“Jadi setelah terjadi percakapan, tersangka pulang. Kemudian kembali lagi ke lokasi dengan membawa pisau,” kata Didi.
Sesampainya di lokasi, terjadi bentrokan fisik antara tersangka dan korban. Polisi menduga Asep mengalami sejumlah tindakan kekerasan, termasuk pemukulan dan penusukan.
Dalam kejadian tersebut, penyidik juga menduga terdapat penggunaan sebatang kayu dengan panjang sekitar 30 sentimeter. Korban akhirnya terjatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Yang membuat perkara ini semakin menjadi perhatian, tersangka disebut tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya. Sikap tersebut muncul dalam pemeriksaan awal yang dilakukan penyidik setelah S diamankan.
Kasus ini bermula ketika warga Cikadu dikejutkan dengan penemuan Asep dalam kondisi tidak bernyawa pada Jumat pagi.
Jasad korban pertama kali diketahui oleh istrinya.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan sejumlah pihak, serta mengamankan terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan.
Polres Banjar hingga kini masih mendalami rangkaian kejadian tersebut guna memastikan secara utuh motif, kronologi, serta peran tersangka dalam kematian Asep Komara.
Penyidik juga masih melengkapi alat bukti dan keterangan saksi untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































