BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Universitas Galuh (Unigal) Ciamis kembali menorehkan momentum penting dalam perjalanan akademiknya melalui pelaksanaan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-44.
Sebanyak 480 mahasiswa dari berbagai program studi resmi dikukuhkan sebagai lulusan dan siap mengabdikan ilmu pengetahuan mereka di tengah masyarakat.
Mengangkat tema “Dari Bumi Galuh untuk Negeri: Lulusan Berbudaya, Berjiwa Konservasi, dan Berdaya Saing Global”, prosesi wisuda tahun ini menjadi simbol komitmen kampus dalam melahirkan SFM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya dan lingkungan.
Ketua Yayasan Pendidikan Galuh (YPG) Ciamis, dr. Hj. Pupung Oprianti, M.Kes., menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali mahasiswa yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Universitas Galuh.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi Unigal untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan berorientasi pada kepuasan seluruh pemangku kepentingan.
Pupung menegaskan bahwa tantangan masa kini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga menyangkut krisis moral dan perubahan sosial yang terjadi begitu cepat.
“Lulusan Unigal harus menjadi insan yang berkarakter, menjunjung etika dan kesantunan, serta mengamalkan nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Sebagai kampus konservasi, Unigal terus menanamkan nilai-nilai pelestarian alam, lingkungan hidup, dan budaya lokal agar para alumninya mampu menjadi agen pembangunan berkelanjutan.
Pada Tahun Akademik 2025/2026, Universitas Galuh mencatat sejumlah capaian strategis.
Baca Juga :Wisuda Unigal 2026, Agun Gunandjar Dorong Lulusan jadi Pencipta Peluang Usaha
“Di bidang tata kelola, kampus ini terus memperkuat transformasi digital melalui pengembangan konsep smart campus yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal serta didukung kolaborasi dengan dunia usaha dan industri,” paparnya.
Prestasi akademik juga ditunjukkan melalui raihan akreditasi “Unggul” untuk Program Studi Pendidikan Sejarah.
Pencapaian tersebut menjadi bukti kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang terus ditingkatkan.
“Di sektor penelitian, delapan tim dosen berhasil memperoleh hibah kompetitif nasional dengan total pendanaan lebih dari Rp658 juta untuk program penelitian dan pengabdian masyarakat,” kata Pupung.
Selain itu, sejumlah dosen juga memperoleh dukungan pendanaan riset kolaboratif bersama mitra internasional.
Komitmen Unigal dalam memperluas jejaring kerja sama turut diwujudkan melalui berbagai kolaborasi lintas daerah yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan penyelesaian persoalan masyarakat di kawasan perbatasan.
Tak hanya itu, program internasionalisasi mahasiswa juga terus berkembang.
Mahasiswa Unigal secara rutin mengikuti program magang industri di Jepang serta Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional di Thailand.
“Bahkan pada pertengahan Juni 2026, delegasi mahasiswa dijadwalkan berangkat ke Malaysia untuk mengikuti program serupa,” ungkapnya.
Dari sisi kemahasiswaan, berbagai prestasi tingkat nasional berhasil diraih dalam bidang minat, bakat, maupun penalaran.
Kampus ini juga sukses memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Sementara itu, Rektor Universitas Galuh, Prof. Dr. Dadi, M.Si., mengingatkan para wisudawan agar menjadikan ilmu pengetahuan dan integritas sebagai bekal utama saat memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, lulusan Unigal harus mampu menjaga identitas budaya lokal sekaligus memiliki kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Padukan kompetensi akademik dengan karakter yang kuat. Tetaplah menjunjung budaya, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, dan percaya diri menghadapi persaingan global,” pesannya.
Pesan serupa disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum.
Ia menilai wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tantangan baru di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis.
“Kemajuan teknologi dan kompetisi yang semakin ketat harus dihadapi dengan kemampuan beradaptasi, membangun jejaring, serta memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Indonesia, termasuk kekayaan sumber daya alam dan biodiversitasnya,” papar Lukman.(Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































