Seleksi Pemuda Pelopor Ciamis 2026 Masuki Tahap Wawancara, Utamakan Bukti Nyata di Lapangan untuk Pembangunan Daerah. Foto/Istimewa

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis melanjutkan rangkaian Seleksi Pemuda Pelopor 2026 dengan menggelar sesi wawancara bagi para peserta.

Kegiatan ini berlangsung di Stadion Atletik Prabu Lingga Buana, Selasa (12/5/2026), sebagai bagian dari proses penjaringan pemuda berprestasi yang telah berkontribusi langsung di tengah masyarakat.

Dalam tahapan ini, panitia tidak hanya menilai gagasan, tetapi lebih menitikberatkan pada program yang telah benar-benar dijalankan.

Sekretaris Disbudpora Ciamis, Hendri Ridwansyah, menekankan bahwa setiap peserta wajib menunjukkan rekam jejak kegiatan yang sudah berjalan setidaknya selama satu tahun.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk memastikan bahwa kepeloporan yang diusung bukan sekadar konsep, melainkan aksi nyata yang memberi dampak.

Baca Juga :Peduli Warga Rentan, Pemkab Ciamis Bantu Lansia Sebatang Kara di Banjaranyar

Para juri yang berasal dari berbagai unsur melakukan penilaian secara menyeluruh, mulai dari keaslian ide, proses pelaksanaan, hingga manfaat yang dirasakan masyarakat.

Kejujuran peserta dalam memaparkan pengalaman di lapangan juga menjadi perhatian utama.

Dari cara mereka menjelaskan tantangan hingga solusi yang ditempuh, dewan juri dapat menilai apakah inovasi tersebut benar-benar lahir dari inisiatif pribadi.

Sementara itu, dari 17 pendaftar yang tercatat, satu peserta dinyatakan tidak lolos karena tidak memenuhi batas usia yang ditentukan.

Dengan demikian, sebanyak 16 peserta berhak melanjutkan ke tahap wawancara.

Pelaksanaan wawancara dibagi dalam dua hari dengan fokus bidang yang berbeda. Hari pertama diperuntukkan bagi peserta di sektor seni dan budaya.

Sedangkan hari berikutnya mencakup bidang pendidikan, pangan, inovasi dan teknologi, serta pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

Kelima bidang tersebut dinilai selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah, sehingga diharapkan mampu melahirkan sosok pemuda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga solutif.

Melalui ajang ini, Ciamis menargetkan dapat kembali mencetak wakil terbaik untuk bersaing di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional.

Meski demikian, Disbudpora menegaskan bahwa keberlanjutan program menjadi hal yang jauh lebih penting dibandingkan sekadar meraih gelar juara.

“Yang utama adalah dampak yang terus dirasakan masyarakat dari program yang dijalankan,” ujar Hendri. (Hendri/PasundanNews.com)