BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Sebanyak 68 siswa SMPN 3 Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, diduga mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (1/10/2025).
Para siswa tersebut mengalami gejala pusing, mual, sakit perut, hingga sesak napas setelah menyantap nasi putih, ayam sewir, tempe, selada, mentimun, dan buah anggur.
Awalnya, beberapa siswa yang mengeluh sakit sempat dibaringkan di ruang kelas, karena menunjukkan gejala yang cukup serius.
Pihak sekolah akhirnya segera menghubungi petugas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Petugas dari Dinas Kesehatan bersama tim medis RSU Banjar Patroman langsung datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Proses evakuasi berlangsung cepat dan melibatkan sejumlah ambulans, dibantu personel TNI, Polri, serta relawan dari Jabar Bergerak.
“Siswa yang mengalami keluhan, semuanya dirujuk ke rumah sakit,” ujar Diandini, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 3 Banjar.
Menurut Diandini, siswa yang menjadi korban berasal dari kelas VII, VIII, dan IX. Sebelumya, kata Dia, MBG berjalan lancar, namun kejadian kali ini menjadi perhatian serius pihak sekolah dan dinas terkait.
Baca Juga :Siswa MIS di Pangandaran Diduga Keracunan Usai Menyantap MBG, Sampel Makanan Diperiksa
Sedikitnya 68 siswa yang terdampak saat ini dirawat di tiga rumah sakit, yaitu 27 orang di RSU Banjar Patroman, 14 orang di RSU Mitra Idaman, dan 27 orang di RSUD Kota Banjar.
Hingga pukul 16.00 WIB, seluruh korban masih dalam observasi dan belum diperbolehkan pulang hingga kondisi benar-benar stabil.
Wakil Walikota Banjar, H. Supriana, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, H. Saifuddin, langsung meninjau para korban di rumah sakit.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait program MBG di wilayahnya.
“Musibah dugaan keracunan ini tak terduga dan tidak diharapkan oleh semua. Bercermin dari kejadian ini, tentunya akan dijadikan bahan evaluasi bersama supaya kasus serupa tak terulang lagi di Kota Banjar pada masa mendatang,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan medis kepada rumah sakit yang sudah bekerja secara maksimal.
“Saat ini, semua pasien ditangani secara serius dan profesional di RS PMC, RSUD dan RS Mitra Idaman. Semoga saja pasien segera sembuh kembali,” katanya.
Dinas Kesehatan masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber makanan yang diduga menyebabkan keracunan massal ini.
Sampel makanan telah dikumpulkan untuk diuji di laboratorium dan hasilnya akan diumumkan setelah proses pemeriksaan selesai.
(Hermanto/PasundanNews.com)



















































