BERITA PANGANDARAN, PASUNDANNEWS.COM –Komunitas Pemuda Istimewa menggelar program sosial bertajuk “Memerdekakan dari Penjajahan Kegelapan” sebagai rangkaian peringatan HUT RI ke-80.
Aksi ini menyasar masyarakat kurang mampu di Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, yang masih hidup dalam keterbatasan penerangan.
Sebanyak 40 rumah warga mendapat perhatian dalam program tersebut. Acara simbolis dilakukan di rumah Rasman, warga RT 07 RW 09, yang sehari-hari bekerja sebagai penganyam lidi.
“Sepuluh lidi saya jual hanya seribu rupiah. Sehari paling dapat lima ribu rupiah, jadi sebulan sekitar seratus lima puluh ribu rupiah,” tutur Rasman dengan suara lirih. Jumat (29/8/2025)
Dengan penghasilan yang pas-pasan, Rasman mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan penerangan rumah.
Baca Juga : 4 Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan di BPBD Pangandaran Terancam 5 Tahun Penjara
“Kalau mau pakai lampu cempor, harus beli minyak tanah Rp 17 ribu per liter. Satu liter hanya cukup seminggu. Karena tidak ada uang, ya sering gelap-gelapan. Curuk (telunjuk) saja tidak kelihatan,” ungkapnya.
Lebih memprihatinkan, kebutuhan makan pun sering bergantung pada apa yang ada di rumah.
“Kalau ada beras, ya masak nasi. Kalau tidak, makan singkong atau daun-daunan. Yang penting bisa makan,” tambahnya.
Bantuan penerangan dari Komunitas Pemuda Istimewa disambut haru oleh Rasman.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat terbantu. Terima kasih,” ujarnya.
Seorang koordinator program menyampaikan, langkah ini merupakan bentuk kepedulian nyata pemuda terhadap sesama.
“Merayakan kemerdekaan tidak hanya dengan upacara atau pengibaran bendera, tetapi juga lewat aksi nyata. Kami ingin memerdekakan masyarakat dari gelapnya keterbatasan,” jelasnya.
Program ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.
(Deni Rudini/PasundanNews.com)



















































