Tampak plafon salah satu ruanf kelas SD Negeri 4 Tunggilis, Pangandaran ditopang pakai kayu. Foto/Deni Rudini.PasundanNews.com

BERITA PANGANDARAN, PASUNDANNEWS.COM – Kondisi memprihatinkan tengah dialami SD Negeri 4 Tunggilis yang berlokasi di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Sebanyak empat ruang kelas dan satu ruang UKS di sekolah tersebut mengalami kerusakan parah akibat bangunan yang sudah tua dan lapuk dimakan usia.

Pantauan di lokasi, dinding dan atap ruang kelas tampak rapuh. Bahkan, sejumlah bagian bangunan terpaksa ditopang dengan bambu seadanya agar tidak roboh.

Situasi ini membuat suasana belajar mengajar terganggu dan jauh dari kata nyaman.

Menurut keterangan pihak sekolah, kerusakan itu disebabkan faktor usia bangunan yang sudah puluhan tahun berdiri dan belum pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh.

“Kerusakan ini murni karena usia bangunan yang sudah tua. Akibatnya, kami terpaksa menggabungkan beberapa kelas agar tetap bisa belajar,” ungkap Nunung, guru SDN 4 Tunggilis, Selasa (19/8/2025).

Baca Juga : Dedi Mulyadi Imbau Kepala Daerah di Jabar Bebaskan Tunggakan PBB Jelang HUT RI ke-80

Dengan kondisi tersebut, proses belajar siswa menjadi tidak efektif. Dari tujuh ruang kelas yang ada, kini hanya dua ruangan yang masih layak digunakan.

Akibat keterbatasan ruang, sejumlah siswa harus belajar bersama dalam satu kelas meskipun berasal dari tingkatan berbeda.

Situasi ini tentu membuat konsentrasi siswa berkurang dan beban guru semakin berat, sebab harus mengajar beberapa jenjang sekaligus.

Pihak sekolah berharap pemerintah daerah serta Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Pangandaran segera turun tangan memberikan solusi nyata.

“Perbaikan bangunan sekolah dianggap mendesak agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal, aman, dan nyaman,” kata Nunung.

Kerusakan bangunan ruang kelas ini menjadi cermin masih banyaknya sekolah di daerah yang membutuhkan perhatian serius terkait fasilitas pendidikan.

“Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, kualitas pendidikan sulit tercapai secara optimal,” pungkasnya.

(Deni Rudini/PasundanNews.com)