Sepasang remaja di Kota Banjar, Jawa Barat, tengah asyik berbuat tindak asusila di area Skateboard, Taman Kota Lapang Bhakti, Rabu (27/12/2023). Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Sepasang remaja di Kota Banjar, Jawa Barat, tengah asyik berbuat tindak asusila di area Skateboard, Taman Kota Lapang Bhakti, Rabu (27/12/2023) siang sekitar pukul 11.30 WIB. Kejadian ini cukup mengejutkan, lantaran mereka tanpa memperdulikan banyak orang di sekitarnya.

Laki-laki, yang mengenakan baju hitam lengan pendek, dan perempuan yang memakai baju Pink, tampaknya tidak terpengaruh oleh budaya malu.

Tindakan mereka secara otomatis menciptakan suasana yang tidak nyaman bagi pengunjung taman lainnya.

Salah seorang saksi mata, Johan, dengan tegas menegur pasangan remaja tersebut.

Ia menegur lantaran merasa prihatin akan hilangnya norma-norma sosial yang seharusnya melindungi kehormatan dan kenyamanan bersama.

“Meski sudah banyak yang menegur, mereka malah tampak acuh tak acuh terhadap pandangan orang sekitar, kemudian terpaksa saya usir mereka karena memang sangat mengganggu kenyamanan,” ujar Johan.

Johan menambahkan, peristiwa ini mencerminkan kekhawatiran mendalam terkait pergaulan di kalangan remaja.

“Bukan hanya masalah individual, tetapi juga mencerminkan dampak lebih luas terhadap masyarakat dan budaya. Ini perlu, khususnya di Kota Banjar tentang pentingnya pembinaan moral dan sosial di kalangan generasi muda,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, penting bagi komunitas setempat dan lembaga terkait untuk memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan ini.

Pendidikan moral, konseling, dan dukungan sosial menjadi aspek yang perlu diperkuat guna menghindari terulangnya insiden serupa dan membentuk generasi yang lebih sadar akan norma-norma sosial.

Mengingatkan kembali akan pentingnya nilai-nilai sosial dalam masyarakat, kejadian ini seharusnya menjadi titik tolak untuk refleksi bersama.

Pergaulan yang positif dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur menjadi kunci dalam membentuk masyarakat yang lebih baik dan harmonis.

“Semoga tindakan ini menjadi momentum untuk merangkul kembali budaya malu dan menghargai nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Johan. (Hermanto/PasundanNews.com)