Foto/Istimewa

NASIONAL, PASUNDANNEWS.COM – Tahun 2022 kali kali ini, peta peluang investasi mulai mempermudah kegiatan untuk memperbaiki perekonomian.

Kendati begitu, hambatan investasi bisa teratasi dengan baik.

Untuk diketahui, kegiatan investasi sudah bisa dilakukan di berbagai negara termasuk Indonesia.

Sebagaimana melansir laman CNBC Indonesia, Selasa (9/8/2022), banyaknya instrumen investasi membuat siapa saja bisa menjalankannya dengan mudah.

Dalam rangka meningkatkan kegiatan tersebut kini muncul strategi terbaik untuk menjalankannya.

Salah satu metode yang bisa investor lakukan yaitu dengan kehadiran peta peluang investasi.

Peta Peluang Investasi Siap Ditawarkan

Berkenaan dengan ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kini kembali melakukan strategi terbarunya yaitu peta peluang investasi atau PPI.

Strategi ini siap membantu tahun ini. Untuk penyusunan strategi tersebut telah fokus pada 22 profil proyek investasi berkelanjutan yang tersebar pada 13 provinsi di Indonesia.

Adapun 13 provinsi tersebut meliputi Sumatra Selatan, , Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Cara ini guna membantu investor masuk ke Indonesia lebih mudah. Penyusunan PPI ini juga melalui dokumen studi kelayakan.

Selain itu, strategi ini juga menjadi profil peluang investasi daerah.

Dengan begini gambaran komprehensif dan mendetail pada calon investor.

Peta potensi ini hadir sebagai instrumen pemerintah dalam rangka memfasilitasi masuknya investasi masuk ke Indonesia.

Sehingga akan lebih fokus terhadap market investasi yang ditawarkan.

Pra Studi Kelayakan PPI

Nurul Ikhwan sebagai Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM menjelaskan.

Jika ada 22 proyek yang telah hadir dalam proses sesuai bidangnya masing-masing.

Sayangnya saat ini sedang tersusun pra studi kelayakan. Sehingga nilai investasi dari suatu proyek belum dapat Anda ketahui.

Terdapat 22 profil proyek investasi yang tersusun dalam PPI tahun 2022. 11 proyek dari industri manufaktur, sedangkan 11 lainnya berbasis Sumber Daya Alam.

Adapun kluster yang termasuk pada proyek Sumber Daya Alam meliputi hortikultura, peternakan, perkebunan, tanaman pangan, energi, dan perikanan.

Adapun yang termasuk dalam klaster industri manufaktur meliputi industri aneka, logam, kimia, alat transportasi, elektronika, dan mesin.

Proyek investasi ini akan memberikan kontribusi untuk mengatasi kemiskinan.

Sehingga strategi peta peluang investasi yang ada ini mampu memperbaiki perekonomian masyarakat. Bahkan membantu investor dalam berinvestasi.

PPI Tersusun Sejak Tahun 2020
Kegiatan penyusunan PPI sudah ada oleh BKPM sejak tahun 2020 lalu.

Sudah ada 47 proyek investasi berkelanjutan, yakni senilai Rp 155,12 triliun.

Ada 4 sektor proyek investasi berkelanjutan yang kini ada yaitu ekonomi, industri, pariwisata, dan infrastruktur yang tersebar di 33 provinsi.

Pihak BKPM sudah mulai melakukan promosinya sebanyak 10 dari 47 total proyek investasi berkelanjutan yang investor minati.

Adapun total pencapaian investasi melalui peta peluang tersebut yaitu sebesar Rp 39,55 triliun atau 25,49% dari nilai investasi seluruh proyek.(Herdi/PasundanNews.com)

Artikel sebelumyaMobil Avanza Masuk Parit di Panumbangan Ciamis, Diduga Hindari Motor
Artikel berikutnyaRilis 2 Oktober 2024, Joaquin Phoenix & Lady Gaga Berduet di Joker 2