BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Gerakan Pramuka Ambalan Ciung Wanara dan Diah Pitaloka pangkalan SMAN 1 Ciamis kembali menggelar Hiking Rally Ci Radika (HRCD).
Kegiatan lintas alam yang berfokus pada pembinaan karakter ini kembali digelar setelah sempat vakum selama kurang lebih enam tahun akibat pandemi COVID-19.
Pelepasan sekitar 1.300 anggota Pramuka Penggalang dan Penegak berlangsung meriah di halaman utama SMAN 1 Ciamis, pada Sabtu (29/8/2026).
Acara pembukaan turut dihadiri oleh jajaran Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan, Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, serta unsur TNI-Polri dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis, Nanang Permana mengapresiasi kepada dewan ambalan serta para pembina atas terselenggaranya kembali ajang berkala tersebut.
“Saya sangat menghormati dedikasi adik-adik Penegak di Ambalan Ciung Wanara dan Diah Pitaloka. Kegiatan ini terakhir digelar sebelum pandemi, dan sekarang dimunculkan kembali,” ujar Nanang.
Nanang juga menekankan pentingnya kemandirian anggota Pramuka Penegak dalam merancang dan mengeksekusi kegiatan.
Menurutnya, pola pembinaan Penegak menuntut porsi kemandirian peserta didik hingga 80 persen, sementara peran pembina hanya 20 persen sebagai pengawas dan pengarah.
Baca Juga :Ciamis Ukir Prestasi di Tingkat Regional Jawa-Bali, Terbaik III Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri
“Pembina gugus depan ini paham betul cara membina Penegak. Mereka tidak terlalu banyak intervensi karena porsi Penegak itu 80% dari peserta didik. Berbeda dengan Penggalang yang 80%-nya masih diarahkan pembina. Hal ini melatih mereka untuk benar-benar mandiri,” tambahnya.
Nanang mengingatkan peserta agar senantiasa menjaga lingkungan sosial serta memelihara semangat berlomba. Kegiatan lintas alam ini adalah media pembentukan kejujuran dan keberanian mengoreksi diri.
“Kegiatan ini bertujuan ke pembinaan karakter kejujuran, sedangkan keterampilan fisik hanyalah media. Jika tidak bisa, harus mengaku tidak bisa. Pintu perbaikan itu dimulai saat seseorang mengakui kesalahannya,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Ciamis, Noor Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa nama HRCD diambil dari akronim nama ambalan pangkalan SMAN 1 Ciamis, yakni Ciung Wanara (Ci-Ra) dan Diah Pitaloka (Di-Ka).
Pada edisi pembuka pasca-pandemi ini, panitia mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika, yang tercermin dari ragam atribut kebudayaan yang dikenakan para peserta.
Kegiatan ini diikuti sekitar 1.300 peserta, terdiri dari 100 peserta internal SMAN 1 Ciamis serta peserta eksternal dari berbagai sekolah di Ciamis, Kota Banjar, hingga Kabupaten Kuningan.
Dalam pelaksanaannya, para peserta berjalan sejauh 12 kilometer, dengan durasi tempuh 3 hingga 5 jam dan harus melintasi 5 Pos penilaian yang menguji empat aspek utama.
Seprti ketangkasan fisik dan halang rintang, menjelajahi rute lintas alam dan rintangan medan yang ditentukan panitia.
Kemudian, pengetahuan kepramukaan agama: uji pemahaman sandi, semaphore, morse, pengetahuan umum kepramukaan, serta pengetahuan keagamaan
“Kami berharap kegiatan ini betul-betul memberikan sumbangan nyata dalam pembentukan karakter dan pembekalan mental peserta,” pungkasnya. (Pepi Irawan/PsundanNews.com)



















































