Polres Banjar Amankan Puluhan Remaja yang Diduga Berbuat Anarkis Usai Demo Mahasiswa di Banjar, 7 Di Antaranya Pelajar SMP. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Polres Banjar mengamankan 32 remaja yang diduga menjadi penyusup dan melakukan tindakan anarkis saat aksi damai mahasiswa di depan Mapolres Banjar, Sabtu (30/8/2025).

Mirisnya, dari jumlah tersebut, tujuh orang diantaranya masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Insiden bermula saat mahasiswa menggelar aksi solidaritas atas meninggalnya pengemudi Ojol Affan Kurniawan, saat unjuk rasa di Jakarta. Kelompok remaja ini diduga menyusup ke dalam rombongan mahasiswa dan membuat kericuhan.

Puluhan remaja yang mayoritas mengendarai sepeda motor berknalpot brong ini terlihat melakukan manuver berbahaya di jalan dan mengganggu ketertiban selama aksi berlangsung.

Mereka bahkan sempat berputar-putar dengan menggeber-geber sepeda motor di jalan raya depan kantor Walikota Banjar hingga memicu kericuhan di tengah aksi yang awalnya berjalan tertib.

“Saat ini kami masih mendalami motif serta peran masing-masing pelaku,” ujar Kapolres Banjar, AKBP Tyas Puji Rahadi.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan patroli skala besar untuk menjaga kondusifitas wilayah.

“Kita akan menggelar apel gabungan bersama Forkopimda sebagai langkah pengamanan,” imbuhnya.

Polisi langsung melakukan penyisiran setelah situasi memanas. Beberapa jam pasca aksi, puluhan remaja berhasil diamankan di sejumlah titik berbeda dan dibawa ke Mapolres Banjar untuk pemeriksaan lanjutan.

Baca Juga :Unjuk Rasa di Gedung DPRD Kota Banjar Diwarnai Pengrusakan oleh Oknum Massa

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Dedi Suardi, membenarkan bahwa tujuh pelajar tingkat SMP turut diamankan dalam peristiwa ini.

“Iya, ada tujuh orang anak binaan saya yang terlibat dalam kejadian anarkis tadi. Mereka merupakan siswa dari tiga SMP yang ada di Banjar,” katanya.

Dedi menambahkan pihaknya akan segera memberikan arahan kepada sekolah-sekolah untuk mencegah keterlibatan siswa dalam kegiatan yang berbau anarkis.

“Saya juga nanti akan memberikan arahan kepada pihak sekolah agar mengimbau siswa tidak ikut dalam kelompok-kelompok anarkis seperti itu,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Polis masih melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut. Polisi juga mendalami dugaan perusakan yang terjadi di Kantor DPRD dan keributan yang sempat terjadi di Polsek Banjar usai aksi.

(Hermanto/PasundanNews.com)