Peserta LKIII BADKO HMI Jabar Gelar Dialog Strategis dengan Manajemen BIJB Kertajati. Foto/Istimewa

BERITA JABAR, PASUNDANNEWS.COM – Peserta Advance Training (LKIII) Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Barat menggelar audiensi dan dialog strategis bersama manajemen Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Rabu (28/01/2026), bertempat di Kantor BIJB Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Audiensi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Advance Training LKIII BADKO HMI Jawa Barat yang dirancang untuk memperkuat kapasitas analisis kebijakan, kepemimpinan strategis, serta pemahaman peserta terhadap isu-isu pembangunan daerah dan nasional, khususnya terkait infrastruktur strategis.

Dalam forum tersebut, peserta LKIII BADKO HMI Jawa Barat secara aktif menyampaikan berbagai pandangan kritis mengenai keberadaan dan peran BIJB Kertajati terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Menurut Koordinator Steering Committee LKIII BADKO HMI Jawa Barat Agus Bageur menjelaskan diskusi difokuskan pada dampak bandara terhadap pertumbuhan usaha lokal, penyerapan tenaga kerja, serta efek berganda (multiplier effect) yang diharapkan mampu mendorong kemajuan ekonomi wilayah Jawa Barat bagian timur.

Baca Juga :BADKO HMI Jabar dan Masyarakat Jatitujuh Tanam 100 Pohon, Dorong Kesadaran Ekologis Generasi Muda

“Para peserta juga menyoroti masih terbatasnya aktivitas penerbangan di BIJB Kertajati dan mempertanyakan optimalisasi fungsi bandara yang sejak awal dirancang sebagai salah satu simpul utama transportasi udara dan penggerak ekonomi regional,” terangnya.

Selain menyampaikan kritik dan pertanyaan, peserta Advance Training LKIII BADKO HMI Jawa Barat turut memberikan sejumlah rekomendasi strategis kepada manajemen BIJB.

Hal senada disampaikan Ketua Umum HMI Badko Jawa Barat, Siti Nurhayati bahwa dari rekomendasi tersebut meliputi penguatan ekosistem penerbangan, peningkatan konektivitas transportasi pendukung.

“Kemudian juga optimalisasi kerja sama lintas sektor, serta strategi pengembangan agar BIJB Kertajati dapat beroperasi secara maksimal dan berdaya saing,” katanya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, kemampuan analisa kader HMI lintas daerah bisa semakin tajam dalam mempotret hal-hal strategis untuk membangun daerah masing-masing.

Sementara itu, Manajemen BIJB Kertajati menyambut positif audiensi tersebut dan mengapresiasi sikap kritis serta kontribusi pemikiran yang disampaikan oleh peserta LKIII BADKO HMI Jawa Barat.

Diskusi ini dinilai sebagai ruang pertukaran gagasan yang konstruktif antara kalangan mahasiswa, akademisi, dan pengelola infrastruktur strategis.

“Melalui kegiatan ini, HMI menegaskan komitmennya untuk terus berperan sebagai kekuatan intelektual dan moral dalam mengawal kebijakan publik serta pembangunan nasional dan daerah agar berjalan secara efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” tutup Siti.

(Herdi/PasundanNews.com)