Beranda Bandung Raya Pemkot Anggarkan Rp 38 Miliar untuk Perbaikan Taman

Pemkot Anggarkan Rp 38 Miliar untuk Perbaikan Taman

PASUNDANNEWS.COM, BANDUNG– Pemkot Bandung melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) berencana melakukan perbaikan RTH dan sejumlah taman yang ada di Kota Bandung. Anggaran sebanyak Rp 38 miliar pun disiapkan Pemkot Bandung untuk perbaikan tersebut.

Kabid Pertamanan DPKP3 Kota Bandung Iwan Sugiono menyebut rincian dari anggaran tersebut dialokasikan untuk pemeliharaan kawasan Tegalega, yakni pembibitan Rp 1,2 miliar dan penghijauan Rp 1,3 miliar. Sisanya, sebanyak Rp 21 miliar untuk perbaikan pertamanan dan pengadaan serta penggajian 320 orang PHL sebesar Rp 12 miliar.

“Kita berupaya untuk membayar UMK karena di Surabaya saja per-orang Rp 3,8 juta, sementara di kita cuma Rp 2,6 juta,” ungkap Iwan dalam kegiatan Bandung Menjawab, Selasa (23/04/2019).

Dijelaskan dia, sebanyak 320 orang tenaga PHL tersebut setiap harinya akan ditugaskan untuk melakukan pemeliharaan taman. Pasalnya, untuk menjaga tanaman-tanaman yang terdapat di taman-taman di Kota Bandung harus dilakukan secara rutin dan tidak bisa dibiarkan dalam waktu lama.

“Kita berhadapan dengan makhluk hidup. Tiga hari dibiarkan udah berubah, apalagi di musim hujan gulma dan rumput cepat sekali tumbuh. Makanya kita tekankan untuk pemeliharaan setiap hari,” ujarnya.

Selain pemeliharaan taman tematik di Kota Bandung yang berjumlah 29 buah, anggaran juga digunakan untuk perawatan 688 taman-taman lingkungan di setiap RW. Kemudian, pemeliharaan juga dilakukan di median yang ada di tengah, kiri dan kanan jalan-jalan di Kota Bandung.

Menurut Iwan, setiap tahunnya anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan dan pengelolaan taman terus mengalami kenaikan. Hal tersebut karena peningkatan jumlah penduduk, termasuk banyaknya kerusakan-kerusakan yang disebabkan pihak tidak bertanggung jawab.

“Kenaikan iya, karena bagaimanapun kita tidak memungkiri jumlah wisatawan dan penduduk di Kota Bandung meningkat. Artinya kebutuhan pasti meningkat,” tuturnya. (iman/tiara)