BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Kelompok budidaya ikan air tawar Mina Arum Kujang menggelar panen perdana ikan nila dengan sistem bioflok di sekretariat budidaya yang berlokasi di Dusun Sindang Asih RT 3 RW 5 Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan produktivitas pembudidaya ikan lokal dengan hasil panen yang menggembirakan.
Panen yang biasanya dilakukan tiga bulan sekali kini, namun disini mampu dipercepat menjadi dua bulan sekali berkat penerapan sistem bioflok.
Palam panen perdana ini, sebanyak empat kuintal lebih ikan nila berhasil dipanen dari enam kolam bioflok. Ukuran ikan rata-rata mencapai tiga ekor per kilogram dan langsung dipasarkan di wilayah desa setempat karena tingginya permintaan masyarakat.
“Alhamdulillah, dengan sistem bioflok panen bisa lebih cepat, kalau yang lain biasanya tiga bulan tapi disini bisa dua bulan. Hasilnya juga meningkat, dari enam bioflok kami bisa menghasilkan empat kuintal ikan,” ujar Ketua Kelompok Mina Arum Kujang, Suratman.
Menurut Suratman, pemasaran ikan nila sejauh ini tidak mengalami kendala karena sudah banyak pesanan dari warga sekitar.
“Ikan langsung habis terjual di wilayah desa. Bahkan sebelum panen, sudah banyak yang memesan,” imbuhnya.
Sementara itu, Penyuluh Perikanan Lapangan, Agus Sugiono, menjelaskan bahwa sistem bioflok mampu meningkatkan efisiensi pakan dan mempercepat pertumbuhan ikan.
Baca Juga : Kebakaran Toko Pakaian di Desa Mulyasari Banjar, Kerugian Capai Belasan Juta Rupiah
“Bioflok membantu menjaga kualitas air dan menyediakan pakan alami tambahan, sehingga pertumbuhan nila lebih optimal dan waktu panen bisa dipersingkat,” jelasnya.
Panen perdana ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Banjar, Hj Hetty Sudarsono, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjar, Yoyon Cuhyon beserta jajaran, Camat Langensari, Tubagus Chepi Jajat Sudrajat, Kepala Desa Kujangsari, Mujahid, jajaran TP PKK tingkat kota, kecamatan, dan desa, serta komunitas kelompok perikanan.
Walikota Banjar, Ir H Sudarsono, mengapresiasi keberhasilan kelompok Mina Arum Kujang dalam mengembangkan budidaya bioflok.
“Ini bukti bahwa inovasi di sektor perikanan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah kota akan terus mendorong pengembangan budidaya berbasis teknologi seperti ini,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Kota Banjar, Hj Hetty Sudarsono, juga menyampaikan dukungannya terhadap pemberdayaan kelompok perikanan.
“Kami berharap program ini bisa menjadi contoh bagi kelompok lain dan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga di Kota Banjar,” ujarnya.
Dengan capaian panen yang meningkat dan permintaan pasar yang terus bertambah, Mina Arum Kujang optimistis budidaya nila sistem bioflok akan semakin berkembang. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































