Kegiatan Milad KOHATI dan KAHMI ke-56 bertempat di Kampung Kertas GAPURA Kabupaten Ciamis. Foto/Hendri.PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Milad) Korps HMI Wati (KOHATI) sekaligus juga Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke-56 pada tanggal 17 September 2022, KOHATI Cabang Ciamis gelar kegiatan akbar.

Bertajuk tema, ‘Sareundeuk Saigel Sabobot Sapihanean, Ka Cai Jadi Saleuwi Ka Darat Jadi Salebak’, kegiatan peringatan Milad tersebut bertempat di Kampung Kertas GAPURA Ciamis, acara dimulai pukul 08.00 WIB, Minggu (18/9/2022).

Ketua Panitia Pelaksana, Iis Siti Maesaroh melaporkan, rangkaian kegiatan antara lain yaitu, Pelatihan Ekonomi Kreatif, World Clean Up Day, Agenda Seremonial, Games dan doa bersama.

Selanjutnya, ucap Iis, pihaknya berterima kasih banyak kepada semua elemen yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Seperti FORHATI (Forum Alumni KOHATI), KAHMI dan Komunitas GAPURA, sehingga acara dapat terselenggara dengan lancar.

“Kita memanfaatkan momentum yang sangat sakral ini dengan tasyakuran dan silaturahmi, sehingga harapannya menumbuhkan rasa kekeluargaan seperti tema Milad kali ini,” jelasnya.

Menurutnya, dengan rasa kekeluargaan yang kuat semoga tercipta semangat perjuangan, khususnya di dalam diri perempuan terbangun ghirah tujuan KOHATI.

Tujuan tersebut yaitu, ‘Terciptanya Muslimah yang Berkualitas Insan Cita’, sebagai insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT.

“Tidak lupa juga kepada rekan-rekan panitia yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan acara Milad ini dengan sebaik-baiknya. Kami mohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih ada hal-hal yang kurang berkenan,” tutupnya.

Sementara itu, Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI Ciamis, Budi Kurnia dalam sambutannya menyampaikan Milad ke-56 tahun KAHMI ini, pihaknya berharap nanti para Pengurus HMI Cabang senantiasa meneruskan estafeta KAHMI.

“Meski di Ciamis tidak terlalu kental, tetapi benderanya harus besar dan kiprahnya harus luar biasa,” sebutnya.

Saat ini, tambah Budi, perlu diketahui bahwa alumni HMI khususnya di wilayah Ciamis telah mulai mengisi segala sektor.

“Termasuk penggerak Komunitas GAPURA (Galuh Peduli Rasa), belum berdiri lama tapi sudah punya prestasi luar biasa yang kongkrit pada lingkungan dan daerah,” ungkapnya.

Alumni HMI Berperan di Segala Sektor

Ia melanjutkan, Komunitas Gapura patut menjadi inspirasi bagi para Pengurus HMI Cabang Ciamis, karena bisa membawa nama daerah ke tingkat Jawa Barat dan Nasional.

“Itu bisa jadi kalau kader-kader HMI semakin kongkrit ada di tengah-tengah masyarakat, bisa mewarnai dan memberikan manfaat. Karena hari ini paradigma pembangunan yakni kolaborasi,” paparnya.

“Jurus kader HMI itu bisa melebur dengan segala elemen, itu salah satu identitas atau karakternya, luar biasa jika dilakukan secara total,” kata Budi.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia pelaksana lantaran sukses melaksanakan kegiatan peringatan Milad ini.

“Alhamdulillah kita masih bisa bersilaturahmi, dan secara tidak langsung saat ini kita mampu mendorong semua elemen. Termasuk mempublish kampung kertas ini,” katanya.

Ciamis Miliki Potensi Pangan

Lebih jauh lagi, Budi menyampaikan terkait potensi pangan di Kabupaten Ciamis.

“Saat ini secara global sedang tidak baik-baik saja, diprediksi ratusan juta nantinya masyarakat akan krisis pangan. Resesi dunia mulai masif, krisis pangan itu faktor penyebabnya dari perubahan iklim. Berdampak pada panen yang tidak bisa diprediksi, alhamdulillah di Indonesia masih cukup untuk memenuhi stok pangan,” paparnya.

Apalagi di Ciamis, tambah Budi, stoknya melimpah, termasuk di bidang beras.

“Ada surplus beras di kita. Paradigma atau kesadaran anak HMI harus berangkatnya dari sana, agar kita menjadi manusia yang pandai bersyukur,” ungkapnya.

Bergerak di Bidang Ekonomi Kreatif

Saat ini, ada alumni HMI yang bergerak di ekonomi kreatif. Sebagaimana diketahui, potensi ekonomi kreatif di Indonesia itu masuk ke urutan ke tiga, setelah Amerika dan Korea.

“Unggulan ekonomi kreatif di kita itu, kriya, kuliner dan fashion. Fashion di Indonesia luar biasa dibanding kota Paris, apalagi di kalangan muslimah, selalu ada saja prodak baru,” jelasnya.

Karena, dalam fashion, imbuh Budi, bahan bakunya lebih melimpah. Negara-negara maju sangat memerlukan bahan baku fashion.

“Potensi ini bisa menembus pasar global. Hari ini ekspor tidak susah, kita sudah punya online. Ini yang harus dibaca HMI, agar selalu open minded, harus berani mencoba hal-hal baru. Jangan monoton,” sebutnya.

Terakhir, Budi menyampaikan, selamat untuk KOHATI dan KAHMI, semoga senantiasa menebarkan kebermanfaatan.

“Terakhir, kita coba dorong alumni, sebagai bentuk-bentuk kongkrit kita, membantu mendorong yang bergerak di seluruh sektor. Sehingga akan terus memberikan nilai manfaat kepada masyarakat” tandasnya. (Hendri/PasundanNews.com)

Artikel sebelumyaGelar Milangkala ke-3, IPPAR Kolaborasi dengan AMPI Cisaga Ciamis Adakan Pesta Rakyat
Artikel berikutnyaMenjelang Tahun 2024, DPD Demokrat Jabar Siap Rebut Kemenangan