Kepala Puskesmas Banjar 2, Dr. Devi Utari menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas insiden penolakan ambulans yang sempat menimbulkan kegaduhan di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Kepala Puskesmas Banjar 2, Dr. Devi Utari menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas insiden penolakan ambulans yang sempat menimbulkan kegaduhan di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat.

Permintaan maaf tersebut disampaikan dalam konferensi pers di UPTD BLUD Puskesmas Banjar 2, pada Sabtu (27/9/2025). Ia didampingi oleh jajaran staf Puskesmas saat menyampaikan pernyataan resmi.

“Kami sangat menyesal atas kejadian ini. Atas nama pribadi dan seluruh tim Puskesmas Banjar 2, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Banjar, khususnya masyarakat Desa Neglasari, Kepala Desa Neglasari, dan keluarga pasien Pak Dede,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran perangkat desa Neglasari lainnya yang turut terdampak insiden tersebut.

“Kami juga meminta maaf kepada Bhabinkamtibmas Desa Neglasari, seluruh kepala dusun, serta Karang Taruna Desa Neglasari,” imbuhnya.

Baca Juga :SOP Saja Tidak Cukup, Warga Desak Kepala Puskesmas Banjar 2 Dicopot

Dr. Devi menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki niat untuk menelantarkan pasien dan akan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi internal.

“Ini akan menjadi pembelajaran besar bagi kami. Ke depan, kami akan berupaya meningkatkan kualitas pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa pihaknya sedang melakukan perbaikan sistem pelayanan darurat serta peninjauan ulang terhadap SOP penggunaan ambulans.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih responsif dan berpihak pada masyarakat,” tuturnya.

Dengan penuh kerendahan hati, Dr. Devi mengakhiri pernyataan resminya dengan permohonan maaf.

“Sekali lagi, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dan kesedihan yang ditimbulkan. Kami berharap masyarakat dapat memberikan kami kesempatan untuk memperbaiki diri,” pungkasnya.

(Hermanto/PasundanNews.com)