BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ciamis melakukan monitoring dan pendampingan terhadap sejumlah proyek strategis di lingkungan Dinas Pendidikan.
Hal tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran hukum dalam pelaksanaan pembangunan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) yang dilaksanakan secara nasional,” tutur Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Ciamis, Arief Gunadi, Rabu (3/12/2025).
Ia melanjutkan bahwa program tersebut bertujuan memastikan seluruh kegiatan proyek berjalan sesuai regulasi, transparan, dan bebas dari penyimpangan.
“Di Dinas Pendidikan, terdapat beberapa item pembangunan yang kami dampingi, meliputi 14 sekolah PAUD, 21 SD, dan 26 SMP. Total nilai proyek mendekati Rp 49 miliar,” jelasnya usai kegiatan monitoring.
Ia menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan bentuk komitmen Kejaksaan dalam mengawal proyek strategis nasional sebagaimana arahan Kejaksaan Agung dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Baca Juga :Optimalisasi Strategi Digitalisasi, Realisasi Penerimaan PBB-P2 Ciamis Tembus 94 Persen
“Kami menjalankan instruksi untuk memastikan proyek berjalan sesuai perencanaan. Pekerjaan dimulai sejak September, dan saat ini sebagian besar sudah menunjukkan progres signifikan, bahkan ada yang telah rampung 100 persen,” katanya.
Arief menjelaskan, hasil monitoring di lapangan menunjukkan pekerjaan di sejumlah SD dan SMP telah selesai, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian akhir.
Menurutnya, Kejari tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan pendampingan hukum agar pelaksanaan proyek swakelola berjalan sesuai ketentuan.
“Kami berharap seluruh pekerjaan benar-benar sesuai dengan perencanaan, baik dari sisi kualitas bangunan, ketepatan waktu, maupun penggunaan anggaran,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan dari Dinas Pendidikan, Pepi Irwan, mengakui bahwa dalam pelaksanaan proyek terdapat sejumlah kendala, khususnya dalam aspek pendanaan.
“Memang ada beberapa keterbatasan anggaran di lapangan, namun program ini akan berlanjut di tahun depan. Harapannya, setiap tahapan bisa semakin baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh sekolah,” terangnya. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)




















































