PASUNDANNEWS.COM, SUBANG– Sebanyak 4.000 penari dari berbagai daerah akan menyemarakan perayaan Hari Tari Dunia (HTD), 24 April mendatang dengan tarian Ronggeng Geber. Selain itu, peringatan HTD akan diisi rangkaian kegiatan Bandung Menari 24 Jam dan Festival Jaipongan di Gedung YPK, Kota Bandung.

Kepala Disparbud Jawa Barat, Dedi Taufik mengungkapkan acara tersebut adalah gelaran kedua setelah tahun lalu diikuti 2.000 penari. Tari Renggong Geber dikemas dengan menyatukan gerakan tubuh dan alam yang dilakukan secara bersamaan menggunakan properti berupa hihid atau kipas.

“Propertinya adalah hihid, kita bisa bayangkan 4000 penari melakukan gerakan yang sama, gerakan dengan alam akan menghasilkan angin, serta menghadirkan kesejukan,” terang Dedi di Bandung, Senin (22/04/2019).

Dijelaskannya, tari Ronggeng Geber merupakan tarian khas Tanah Pasundan. Tarian tersebut biasanya ditampilkan pada saat musim panen tiba dan menjadi representasi rasa syukur serta kegembiraan para petani.

Menurutnya, para penari yang akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut bukan hanya berasal dari Jawa Barat, melainkan dari berbagai daerah lainnya di Indonesia. Diharapkan, kegiatan tersebut dapat mengenalkan Tari Ronggeng Geber ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Ronggeng ini sebenarnya hanya hiburan rakyat, tapi sekarang ada satu ekspansi, sehingga kita kenalkan ke tingkat nasional dan internasional,” kata Dedi.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Bandung, Dewi Kaniasari berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, dari dalam maupun luar negeri. Pihaknya mengimbau semua pihak terkait dapat membantu suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Dengan begitu, kita bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, apalagi kalau ditambah kolaborasi dengan industrinya, dengan tour operator, dengan hotel-hotel, termasuk dengan pemilik objek wisata,” ujar Dewi.

Dijelaskannya, kolaborasi di antara semua pihak terkait bisa dilakukan dengan cara menyediakan paket wisata. Hal tersebut penting dilakukan agar pengunjung yang datang tidak hanya menikmati satu kegiatan, melainkan bisa terlebih dahulu berwisata sebelum dan sesudah acara di Kota Bandung.

Banyaknya hotel-hotel di Kota Bandung, lanjutnya, diharapkan bisa berperan dan mendukung berbagai kegiatan atau event dengan skala besar. Sebagai contoh, hotel-hotel bisa menyediakan promo yang tentunya akan menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan.

“Yang pasti, saya yakin jika semua telah terjadi kolaborasi seperti itu kunjungan wisatawan dalam rangka event di Kota Bandung itu pasti meningkat,” ujarnya. (iman/tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here