Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Banjar, H. Gun-Gun Gunawan Abdul (Gus Jawad). Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Kegiatan sosial yang digelar Senin (16/2/2026), menjadi momentum untuk menyuarakan penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Dalam suasana silaturahmi, santunan anak yatim piatu, serta penanaman pohon sebagai simbol kepedulian lingkungan, Legislator Fraksi PKB, H. Gun-Gun Gunawan Abdul Jawad yang kerap disapa Gus Jawad, menegaskan pentingnya keberpihakan nyata kepada petani.

Menurutnya, tingginya antusias masyarakat dalam kegiatan tersebut harus direspons dengan kebijakan konkret yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat. Ia menilai persoalan utama yang masih dihadapi petani adalah keterbatasan akses terhadap lahan dan rendahnya tingkat kesejahteraan.

“Momentum seperti ini bukan hanya seremonial. Pemerintah harus benar-benar hadir melihat apa yang dibutuhkan masyarakat, terutama petani yang sampai hari ini masih banyak yang belum memiliki lahan sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa amanat Pasal 33 UUD 1945 sudah sangat jelas, yakni bumi, air, dan kekayaan alam yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikelola negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Baca Juga :Panen Perdana Bioflok Nila Mina Arum Kujang Banjar, Produksi Tembus Empat Kuintal

Namun, menurutnya, masih terjadi ironi ketika Indonesia dikenal sebagai negara agraris, tetapi sebagian petaninya belum memiliki lahan produktif.

“Negara kita disebut agraris, tetapi masih banyak petani yang tidak punya lahan. Ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.

Karena itu, Gus Jawad mendorong implementasi reforma agraria, termasuk alokasi 20 persen lahan bagi masyarakat agar direalisasikan secara tepat sasaran.

Ia juga menyinggung lahan milik Perhutani sebagai BUMN yang dinilai memiliki ruang regulasi melalui skema perhutanan sosial dan kemitraan produktif bersama masyarakat.

“Sudah ada mekanisme seperti tumpang sari dan kemitraan. Negara dan BUMN harus memberi ruang kepada masyarakat untuk mengelola lahan secara produktif tanpa merusak hutan,” katanya.

Selain akses lahan, ia menekankan pentingnya modernisasi pertanian melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pemberian lahan harus dibarengi dengan program pendidikan dan pendampingan agar petani mampu bertransformasi dari pola tradisional menuju pertanian modern.

“Kehadiran program pendidikan dan pendampingan bagi petani sangat penting. Mereka harus bertransformasi dari pola tradisional menuju pertanian modern. Kalau pendidikannya terjamin, Insya Allah kesejahteraan mereka akan meningkat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Hermanto/PasundanNews.com)