Maskot Pilkada Kota Banjar 2024 Pila dan Piya yang diduga plagiat. Foto/Istimewa

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Banjar resmi meluncurkan maskot dan jingle Pilkada 2024 pada Minggu (2/6/2024) malam.

Sebelumnya, KPU kota Banjar telah membuka sayembara untuk pembuatan maskot dan jingle tersebut, dan pada 28 April 2024, pemenang sayembara diumumkan.

Pemenang maskot diraih oleh Binar Ramadhan dengan maskot bernama Pila dan Piya.

Sementara pemenang jingle adalah Diky Fathurokhma dengan judul “Memilih Untuk Banjar”.

Namun, untuk pemenang maskot menuai kontroversi terkait dugaan plagiat.

Seorang peserta yang enggan disebutkan namanya menyatakan keprihatinannya terhadap indikasi plagiarisme pada karya pemenang.

“Saya merasa harus memberikan perhatian khusus terhadap dugaan indikasi plagiat yang ditemukan pada pemenang sayembara maskot Pilkada KPU Kota Banjar,” katanya kepada PasundanNews.com, Senin (3/6/2024).

Menurutnya, tindakan plagiarisme merugikan para peserta yang sudah berjuang berpartisipasi dalam sayembara tersebut.

“Selain itu juga tidak etis, baik bagi industri kreatif maupun para peserta yang telah berpartisipasi dengan integritas termasuk saya sendiri,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil analisis, terdapat kemiripan signifikan antara maskot pemenang dengan karya yang sudah ada sebelumnya.

“Berdasarkan hasil observasi dan analisis, ternyata ada kemiripan signifikan antara maskot pemenang dengan karya lain yang telah ada sebelumnya,” ungkapnya.

Panitia Sayembara Diminta  Lakukan Investigasi 

Komentar serupa juga muncul di media sosial resmi milik KPU Kota Banjar. Beberapa komentar menyertakan link yang diduga menjadi sumber bahan plagiarisme.

“Bisa cek di postingan pemenang maskot KPU Banjar. Ada beberapa orang yang berkomentar sambil menyisipkan link yang diduga menjadi sumber bahan plagiarisme,” tambahnya.

Ia menyarankan agar panitia penyelenggara sayembara Maskot Pilkada Kota Banjar 2024 melakukan investigasi lebih dalam serta menyeluruh.

Menurutnya langkah ini penting untuk memastikan bahwa pemenang yang terpilih benar-benar hasil karya asli dan kreativitas dari peserta.

Selain itu juga untuk menjaga kredibilitas dan integritas dari sayembara yang diadakan.

Ia berharap polemik ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk selalu menjunjung tinggi etika dan profesionalisme dalam berkarya.

“Kami mendukung penuh proses verifikasi dan berharap hasil akhir yang adil dan transparan bagi semua peserta sayembara maskot Pilkada Kota Banjar 2024,” tutupnya.

Baja Juga : KPU Gelar Peluncuran Maskot dan Jingle Pilkada Kota Banjar 2024

Klarifikasi KPU Kota Banjar 

Ketua KPU Kota Banjar, Muhammad Mukhli mengakui adanya dinamika pada hasil pengumuman syembara maskot Pilkada Kota Banjar 2024.

“Pada proses pengumuman pemenang maskot ini memang ada dinamika, karena ada informasi bahwa maskot tersebut dari hasil plagiat,” kata Mukhlis.

Mukhlis menyatakan, pihaknya pun telah melakukan konfirmasi kepada peserta sayembara terkait dugaan plagiat tersebut.

“Kita sudah mempertanyakan hal itu, hasil dari klarifikasi peserta itu tidak ada unsur plagiat dari maskot yang di buatnya itu,

Sementara itu, beberapa Netizen melontarkan komentar di media sosial KPU Kota Banjar menyebut bahwa maskot tersebut mengilustrasikan iklan lele yang terdapat di situs Depositphotos.

Mereka juga menyertakan link yang diduga menjadi sumber bahan plagiarisme dalam komentarnya.

Kontroversi ini menjadi sorotan masyarakat di tengah persiapan tahapan Pilkada Kota Banjar 2024.

(Hermanto/PasundanNews.com)

Artikulli paraprakKPU Gelar Peluncuran Maskot dan Jingle Pilkada Kota Banjar 2024
Artikulli tjetërSekda Jabar Sampaikan Program Pembangunan Efektif Bisa Didukung Modal Sosial