BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM –Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengadakan pertemuan terbatas bersama sejumlah pejabat di rest area Karangkamulyan, Cijeungjing, Senin (15/09/2025).
Dalam pertemuan itu, Herdiat sempat meluapkan kemarahannya kepada sejumlah pejabat yang hadir lantaran intruksi dan arahannya terkait keluhan para pedagang tak digubris.
Sebelumya, para pedagang rest area Karangkamulyan mengeluhkan sejumlah fasilitas pendukung yang harus dioptimalisasi untuk kelancaran pertumbuhan ekomoni di wilayah tersebut.
Bupati Herdiat pun merespon keluhan tersebut dan langsung mengintruksikan kepada OPD terkait agar bisa ditindaklanjuti secara cepat.
“Saya sudah sampaikan keluhan pedagang, kenapa sampai sekarang belum dikerjakan? Apa kendalanya?,” ujar Herdiat dengan nada tinggi.
Herdiat juga kembali mengintruksikan kepada para pejabat yang hadir agar fasilitas pendukung yang dikeluhkan para pedagang harus selesai tahun ini.
“Sudah 6 bulan lalu saya sampaikan ini, bagaimana pun caranya saya minta tahun ini harus beres, kalau tidak sanggup mundur saja, jangan jadi pejabat,” tegas Herdiat, sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
Baca Juga :Ciamis Juara Grup Zona Priangan Timur, Pastikan Lolos ke Porprov XV Jabar 2026
Salah satu pedagang di rest area Karangkamulyan, Oom mengungkapkan bahwa pihaknya bersama para pedagang yang lain sudah menyampaikan keluhan tersebut kepada dinas terkait.
“Kami sudah menyampaikan ini, seperti meja makan yang kepanasan kalau siang dan kebasahan saat hujan, air hujan masuk hingga ke pintu ruko, serta wastafel yang sering meluap sehingga menimbulkan bau tidak sedap,” jelasnya.
Selain itu, fasilitas lainnya seperti penambahan toilet dan penerangan lampu juga harus di tambah. Hal ini menurutnya untuk mendukung kenyamanan para pengunjung.
Oom menambahkan, pada Sabtu (13/9) malam saat Bupati Herdiat berkunjung untuk makan di warungnya, Ia kembali menyampaikan langsung keluhan tersebut.
“Kami berharap setelah disampaikan langsung ke Pak Bupati, permasalahan ini segera diatasi. Kami minta dibuatkan pintu keluar di bagian belakang, saluran pembuangan IPAL diperbaiki, serta ada penambahan kanopi (sorondoy) di bagian depan agar dagangan tidak kena panas maupun hujan,” harapnya.
Keluhan para pedagang di rest area Karangkamulyan ini sejatinya sudah muncul sejak rest area diresmikan beberapa bulan lalu.
Alih-alih mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), kondisi sarana dan prasarana hingga fasilitas lainnya di Rest Area Karangkamulyan justru belum sesuai harapan.
Sejumlah fasilitas seperti penerangan lampu, instalasi pengolahan limbah (IPAL), hingga tata kelola drainase masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan.
(Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































