BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis meresmikan Kampung Zakat di Desa Pamalayan Kecamatan Cijeungjing, Selasa (27/10/2026).

Kampung Zakat yang ke-16 di Tatar Galuh Ciamis ini dalam upaya bersama memperluas jangkauan program pengentasan kemiskinan  berbasis keumatan dan mendorong ekonomi yang berkelanjutan.

dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Turut hadir Asisten Administrasi Umum (Asda III) Setda Ciamis, Wawan Ruhiyat serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Ketua BAZNAS Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, M.BA menjelaskan bahwa program Kampung Zakat yang dirintis secara bertahap sejak 2023 ini dirancang dengan pendekatan yang adaptif terhadap kondisi riil masyarakat.

Bantuan yang disalurkan tidak sekadar bersifat karitatif untuk kebutuhan sesaat, melainkan diarahkan pada pemberdayaan berkelanjutan.

Ia menyebutkan, bantuan dengan nilai hingga Rp10 juta difokuskan  untuk mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem, seperti memastikan warga tidak kelaparan, bisa berobat hingga memiliki hunian yang layak.

Baca Juga :Agun Gunandjar bersama KPU Ajak Masyarakat di Ciamis Perkuat Literasi Politik Jelang Pemilu 2029

“Sementara bantuan di atas Rp10 juta diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan UMKM lokal,” ungkap Lili.

Menurutnya, keberadaan Kampung Zakat juga bertujuan agar dana umat dapat memberikan dampak jangka panjang.

Dengan mendongkrak potensi ekonomi lokal dan memperkuat kapasitas usaha masyarakat, warga yang sebelumnya rentan secara ekonomi diharapkan mampu bertransformasi menjadi mandiri dan produktif.

Sementara itu, Asda III, Wawan Ruhiyat menekankan pentingnya menjaga ketahanan sosial, spiritual, dan lingkungan ditengah dinamika tantangan zaman.

“Ada tiga poin krusial yang disampaikan pak Bupati ditengah tekanan ekonomi yang komplek, pertama memperkuat akidah. Kedua, terus memperteguh keimanan. Ketiga, tidak menjadikan kesulitan materi sebagai melemahkan akidah,” pesannya.

Ia menambahkan, untuk menumbuhkan karakter anak, orangtua diimbau mendidik anak sejak dini melalui lembaga pendidikan keagamaan seperti Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA) dan pesantren.

“Mengutip peribahasa, belajar di waktu kecil diibaratkan mengukir di atas batu, sementara belajar saat dewasa bagai mengukir di atas air,” lanjutnya.

Selain itu, Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga alam dan memanfaatkan pekarangan rumah guna menanam tanaman obat keluarga (toga) serta sayuran demi mendukung ketahanan pangan mandiri.

Peluncuran Kampung Zakat ini sekaligus menjadi seruan terbuka bagi masyarakat luas untuk meningkatkan budaya berbagi melalui ZIS.

BAZNAS Ciamis berharap, kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pengelola zakat ini dapat menumbuhkan semangat gotong royong, menekan angka ketimpangan sosial, mewujudkan kesejahteraan yang merata di Kabupaten Ciamis.

“Berbuat baik melalui zakat bukan hanya menolong sesama, tetapi pada akhirnya juga akan membawa kebaikan bagi kehidupan kita sendiri,” pungkasnya. (Pepi Irwan/PasundanNews.com).