BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, mendorong penguatan pendidikan politik masyarakat khususnya generasi muda untuk meningkatkan kualitas demokrasi menjelang Pemilu 2029.

Hal tersebut disampaikan Agun dalam kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 yang diselenggarakan KPU Kabupaten Ciamis bersama Komisi II DPR RI di salah satu hotel di Ciamis, Senin (26/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam masa reses DPR RI itu menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa, terutama Generasi Z dan Generasi Alpha yang diproyeksikan menjadi bagian penting dari pemilih pada pemilu mendatang.

Agun menilai, tantangan demokrasi saat ini bukan sekadar meningkatkan jumlah masyarakat yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS), tetapi juga membangun kesadaran dalam menentukan pilihan politik secara rasional.

Menurutnya, pengalaman Pemilu 2024 harus menjadi bahan evaluasi, terutama berkaitan dengan praktik politik uang dan manipulasi politik yang berpotensi memengaruhi kebebasan pemilih.

“Kedaulatan berada di tangan rakyat dan diwujudkan melalui hak pilih. Jelang Pemilu 2029, kita harus membangun kesadaran bahwa pemilih adalah pemegang kedaulatan tertinggi. Pemilih harus dicerdaskan agar tidak tergiur faktor materi semata,” ujar Agun.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi digital turut mengubah cara generasi muda memperoleh informasi dan membentuk pandangan politik.

Karena itu, pendidikan demokrasi perlu menyesuaikan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan ruang digital sebagai sarana penyampaian informasi kepemiluan.

Agun juga meminta KPU memperluas kerja sama dengan lembaga pendidikan, mulai dari SMA, SMK hingga perguruan tinggi, agar literasi politik dapat menjangkau lebih banyak calon pemilih.

Selain persoalan politik uang, ia mengingatkan dampak rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilu.

Sikap tidak menggunakan hak pilih atau golput dinilai dapat mengurangi keterlibatan warga dalam menentukan arah kebijakan pemerintahan.

Baca Juga :Agun Gunandjar Ajak Santri Ciamis Perkuat Nasionalisme dan Tangkal Intoleransi

“Ketika masyarakat enggan berpartisipasi, mereka kehilangan kesempatan untuk menentukan arah perbaikan pelayanan publik, pemberantasan korupsi, serta kesejahteraan untuk lima tahun ke depan. Memilih calon yang berintegritas adalah bentuk ikhtiar kita memperbaiki masa depan,” katanya.

Agun turut menyoroti perlunya memperkuat kembali pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, pemahaman terhadap nilai kebangsaan menjadi fondasi penting agar generasi muda tidak hanya memahami mekanisme pemilu, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Ciamis, Oong Ramdhani, menyambut baik dukungan Komisi II DPR RI terhadap pelaksanaan pendidikan pemilih secara berkelanjutan.

Oong menjelaskan, peningkatan jumlah pemilih pemula menjadi perhatian KPU dalam menyusun strategi sosialisasi dan pendidikan politik.

Berdasarkan hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan pada semester sebelumnya, pihaknya mencatat kenaikan angka pemilih pemula yang disebut hampir mencapai 50 persen.

“Sesuai arahan program KPU RI, kami fokus menyisir pemilih-pemilih pemula agar terjadi perbaikan kualitas dalam pelaksanaan pemilu maupun pilkada mendatang,” ungkap Oong.

Ia menegaskan, pendidikan pemilih tidak cukup dilakukan menjelang pemungutan suara, melainkan perlu dilaksanakan secara konsisten untuk membangun pemahaman masyarakat terhadap proses demokrasi.

Melalui kegiatan tersebut, KPU Ciamis berharap generasi muda semakin memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, sekaligus mampu menilai calon pemimpin berdasarkan integritas dan kapasitasnya.

Sinergi antara penyelenggara pemilu, DPR RI, dan lembaga pendidikan diharapkan dapat memperkuat partisipasi politik masyarakat serta menghasilkan pemilu yang lebih berkualitas pada 2029 mendatang.(Pepi Irawan/PasundanNews.com)