BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Tanaman eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai gulma pengganggu perairan di kawasan Leuwi Keris, Kabupaten Ciamis, mulai dikembangkan menjadi bahan baku kerajinan bernilai ekonomi.

Potensi tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui pelatihan keterampilan bagi masyarakat untuk menghasilkan berbagai produk, mulai dari tas, keranjang, aksesori hingga dekorasi rumah.

Pelatihan yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUMP) Kabupaten Ciamis itu berlangsung di Aula Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, pada 27–28 Oktober 2026.

Sebanyak 40 warga mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 20 peserta dari Desa Handapherang dan 20 peserta dari Desa Ciharalang.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, mengatakan pemanfaatan eceng gondok menjadi produk kerajinan merupakan peluang untuk mengembangkan ekonomi masyarakat sekaligus mengatasi persoalan lingkungan.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu ekosistem perairan. Namun, tanaman tersebut memiliki potensi ekonomi apabila diolah melalui keterampilan dan inovasi.

“Eceng gondok sering kali dipandang sebelah mata dan jika pertumbuhannya tidak terkendali dapat menimbulkan permasalahan lingkungan perairan. Namun, melalui kreativitas dan keterampilan, kita dapat mengubah potensi tersebut menjadi peluang ekonomi yang bernilai tinggi,” ujar Kania saat membuka pelatihan, Selasa (27/10/2026).

Kania berharap peserta tidak sekadar menguasai teknik pembuatan kerajinan, tetapi juga mampu menghasilkan produk berkualitas yang memiliki daya saing di pasaran.

Baca Juga :BAZNAS Ciamis Luncurkan Kampung Zakat Ke-16 di Pamalayan, Dorong Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan

Ia mendorong pengembangan desain yang inovatif dengan tetap mempertahankan identitas lokal sebagai ciri khas produk kerajinan Ciamis.

Selain itu, pembentukan kelompok perajin dan penguatan jaringan pemasaran dinilai penting agar keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi kegiatan usaha berkelanjutan.

Pemanfaatan bahan baku eceng gondok juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem perairan Leuwi Keris.

Sementara itu, Sekretaris DKUMP Kabupaten Ciamis, Enda Suhendar, menjelaskan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan kewirausahaan yang dibiayai melalui DPA-SKPD Tahun Anggaran 2026.

Program ini diarahkan untuk menciptakan pelaku usaha baru dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang selama ini belum dioptimalkan.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemilihan bahan baku, pengolahan, pengeringan, teknik pembuatan kerajinan hingga penyelesaian akhir produk.

Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Dwinarto Rasyid, serta Nana Suryana, peraih juara pertama Lomba Inovasi Daerah 2026 kategori masyarakat.

Praktisi kerajinan eceng gondok asal Desa Handapherang, Endang Suhendar, turut memberikan pendampingan melalui praktik langsung dan diskusi bersama peserta.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Ciamis bersama Dekranasda menargetkan tumbuhnya kelompok usaha kerajinan berbasis eceng gondok yang mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

Pengembangan produk berbahan tanaman air ini juga diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif masyarakat sekaligus memperkuat identitas kerajinan khas Kabupaten Ciamis. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)