BERITA BANJAR, PASUNDANNEWSS.COM – Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai pondasi keberlanjutan pembangunan nasional.
Hal tersebut disampaikannya dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar secara daring, pada Kamis, (19/6/2025) di Rumah Aspirasi Fungsional Kota Banjar.
Mengusung tema ‘Hubungan Pusat dan Daerah dalam Bingkai NKRI, Politik APBN, dan Otonomi Daerah’, kegiatan ini dihadiri oleh kader Partai Golkar Kota Banjar serta perwakilan organisasi pemuda.
Kang Agun, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa dilepaskan dari relasi yang konstruktif dan harmonis antara pusat dan daerah.
“Sinergi pusat dan daerah bukan hanya penting, tapi mutlak dibutuhkan demi memastikan pembangunan berjalan merata dan berkeadilan,” ujar politisi senior Partai Golkar tersebut, Kamis (19/6/2025).
Empat Pilar MPR dan Urgensi Desentralisasi yang Terarah
Dalam pemaparannya, Agun menjelaskan keempat pilar, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan kerangka utama yang harus dihidupi dalam praktik pembangunan dan tata kelola pemerintahan.
Ia menilai bahwa penerapan otonomi daerah bukan sekadar pemindahan kewenangan, tapi juga tanggung jawab dalam menyelaraskan kepentingan lokal dan nasional.
“Desentralisasi memberi ruang bagi daerah untuk mengelola potensi lokal. Namun, harus tetap dalam koridor persatuan nasional agar tidak terjadi kesenjangan atau ego sektoral,” jelasnya.
Tak hanya bicara hubungan struktural, Agun juga menyoroti peran APBN sebagai instrumen politik pembangunan yang sangat strategis.
Ia menekankan pentingnya alokasi anggaran yang adil dan terukur, agar pembangunan tidak hanya dinikmati oleh wilayah pusat, tetapi juga menjangkau daerah-daerah tertinggal.
“APBN harus transparan dan akuntabel. Pemerataan pembangunan adalah kunci agar setiap daerah memiliki kesempatan yang setara dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” paparnya.
Pemuda dan Kader Partai Harus Menjadi Agen Sinergi
Kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh para peserta, khususnya kader muda partai dan perwakilan organisasi kepemudaan.
Mereka diajak untuk tidak hanya memahami nilai-nilai 4 Pilar, tetapi juga ikut terlibat aktif dalam mendorong sinergi antara daerah dan pusat dalam program pembangunan.
Andi, salah seorang peserta dari organisasi pemuda, mengungkapkan, kegiatan ini membuka wawasan baru bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara otonomi daerah dan komitmen kebangsaan.
“Kami merasa lebih paham bahwa pembangunan bukan hanya soal anggaran, tapi juga sinergi dan nilai-nilai kebangsaan yang harus hidup dalam kebijakan,” ujarnya.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari agenda berkelanjutan MPR RI dalam rangka implementasi UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, khususnya dalam hal memasyarakatkan 4 Pilar Kebangsaan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas politik, tetapi mampu menjadi momentum untuk menyatukan persepsi antara pusat, daerah, dan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Indonesia membutuhkan keselarasan visi antara semua elemen bangsa.
“Tantangan kita ke depan adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kemandirian daerah dan kesatuan nasional. Hanya dengan sinergi itulah, Indonesia bisa menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.
(Hendri/PasundanNews.com)




















































